Cara Meningkatkan Adversity Quotient

Jpeg

Listen, Explore, Analyze, dan Do disingkat LEAD. Menurut Stolz (2000) LEAD sangat efektif untuk membantu orang menciptakan perbaikan-perbaikan permanen dalam AQ serta cara merespon kesulitan. Rangkaian LEAD adalah L = listen (dengarkan respon anda terhadap kesulitan), E = explore (jajaki asal usul dan pengakuan anda atas akibatnya), A = analyze (analisis bukti-buktinya), dan D = Do (lakukan sesuatu/ambil tindakan). Rangkaian LEAD didasarkan pada pengertian bahwa seseorang dapat mengubah keberhasilan dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan berpikirnya. Perubahan diciptakan dengan mempertanyakan pola-pola lama dan secara sadar membentuk pola-pola baru.

Mendengarkan respon seseorang merupakan langkah penting dalam mengubah AQ dari sebuah pola seumur hidup, yang sudah menjadi kebiasaan, menjadi sebuah alat yang sangat ampuh untuk perbaikan pribadi dan efektivitas jangka panjang.

Menumbuhkan AQ anak bukanlah tanggung jawab guru semata, melainkan peran orangtua siswa sangat diharapkan. Namun demikian masih sering ditemukan pola asuh, pendidikan oleh orangtua terhadap anaknya dilaksanakan dengan cara memanjakannya. Terkadang orang lupa bahwa pola asuh dan pendidikan dengan memanjakan anak adalah merusak atau membuat ia tidak berdaya. Seligman (Arswandi, 2006) menyatakan bahwa memanjakan anak sebagai proses ketidakberdayaan atau pembodohan yang dipelajari. Akibatnya masih banyak orang yang sudah dewasa dan bahkan sudah sarjana ketika dihadapkan pada masalah yang menurut kita sangat sederhana tidak mampu mereka atasi dan masih meminta bantuan orang lain terutama pada kedua orangtuanya.

Mengapa kini banyak ditemukan anak-anak yang mudah frustrasi? Itulah gejala yang tampak jika seseorang tidak mampu mengatasi masalah yang dihadapi. Menurut Barlianto (2007) banyak orangtua memberikan fasilitas atau kemudahan-kemudahan kepada anaknya, sehingga AQ anak tidak berkembang. Letak kesalahannya adalah pemberian kemudahan atau fasilitas itu tanpa diiringi dengan pemberian kesempatan pada anak untuk mencoba terlebih dahulu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Akibatnya, anak menjadi mudah menerima sesuatu tanpa mau mengusahakannya terlebih dahulu. Atau, bisa jadi malah melarikan diri bila menghadapi suatu masalah.

AQ pada anak umumnya berhubungan dengan pola asuh yang diterapkan. Orangtua yang telanjur memberikan banyak kemudahan atau fasilitas tak perlu takut AQ anaknya tidak berkembang. Cobalah secara perlahan mengubah pola asuh terhadap anaknya, sehingga ia berkesempatan menuntaskan sendiri masalahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: