Industrialisasi

Industrialisasi adalah sistem produksi yang muncul dari pengembangan yang mantap penelitian dan penggunaan pengetahuan ilmiah. Ia dilandasi oleh pembagian tenaga kerja dan spesialisasi, menggunakan alat-alat bantu mekanik, kimiawi, mesin, dan organisasi serta intelektual dalam produksi.

Industrialisasi dalam arti sempit menggambarkan penggunaan secara luas sumber-sumber tenaga non-hayati, dalam rangka produksi barang atau jasa. Meskipun definisi ini terasa sangat membatasi industrialisasi tidak hanya terdapat pada pabrik atau manufaktur, tapi juga bisa meliputi pertanian karena pertanian tidak bisa lepas dari mekanisasi (pemakaian sumber tenaga non-hayati) demikian pula halnya dengan transportasi dan komunikasi.

Industrialisasi merupakan proses peralihan dari satu bentuk masyarakat tertentu, menuju masyarakat industrial modern. Wield (1983:80) mengemukakan tiga jenis definisi untuk memahami industrialisasi antara lain:

  • Residual, industri berarti semua hal yang bukan pertanian.
  • Sektoral, yang mengatakan bahwa industri adalah energi, pertambangan, dan usaha manufaktur.
  • Bersifat mikro dan makro, yaitu sebagai proses produksi, dan yang lebih luas lagi sebagai proses sosial industrialisasi

Proses industrialisasi bisa dipahami melalui konsep pembangunan, karena arti pembangunan dan industrialisasi seringkali dianggap sama. Konsep pembangunan bersifat dinamik, karena konsep itu bisa berubah menurut lingkupnya. Apabila pembangunan itu dihubungkan pada setiap usaha pembangunan dunia, maka pembangunan akan merupakan usaha pembangunan dunia. Industrialisasi sebagai proses dan pembangunan industri berada pada satu jalur kegiatan, yaitu pada hakekatnya berfungsi meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat. Industrialisasi tidaklah terlepas dari upaya peningkatan mutu sumber daya manusia, dan pemanfaatan sumber daya alam.

Secara umum kaitan antara pembangunan dengan industrialisasi dijelaskan oleh Garna (1997:17-18), yakni:

  • Bahan untuk proses industrialisasi dan pembangunan industri merupakan satu jalur kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
  • Pembangunan industri merupakan upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia dan kemampuan memanfaatkan sumber daya alam.
  • Pembangunan industri akan memacu dan menyangkut pembangunan sektor lainnya, yang dapat memperluas lapangan kerja yang diharapkan akan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.
  • Dalam pembangunan industri akan terjadi ketimpangan yang merugikan, yang bersifat ekonomi ataupun non ekonomi.

Pembangunan itu senantiasa harus melalui lima tahapan yang berkaitan satu sama lainnya yakni;

1.  Masyarakat tradisional.

2.  Prakondisi lepas landas.

3.  Lepas landas.

4.  Bergerak ke kedewasaan.

5.  Zaman konsumsi masal yang tinggi.

Prasyarat untuk bisa menuju perkembangan ekonomi adalah tahapan kedua, yang ciri-ciri masyarakat tradisional sudah mulai berganti. Dalam tahap kedua produktivitas pertanian meningkat pesat, munculnya mentalitas baru dan juga kelas sosial baru – wiraswasta (Hagen, 1966). Tahap ketiga adalah tahap yang kritis atau penting sekali guna pembangunan lebih lanjut. Di sinilah munculnya industrialisasi, di mana beberapa sektor tertentu akan berperan dalam menumbuhkan perekonomian. Tumin (dalam Lavner, 1989:430-431) melukiskan jenis-jenis perubahan sistem stratifikasi sosial ketika masyarakat menuju industrialisasi antara lain:

  • Pembagian kerja semakin rumit sejalan dengan meningkatnya spesialisasi;
  • Status cenderung berdasarkan atas prestasi sebagai pengganti status berdasarkan atas asal usul (ascription);
  • Alat yang memadai untuk mengukur pelaksanaan pekerjaan orang yang terlibat dalam produksi menjadi perhatian umum;
  • Pekerjaan bergeser dari kegiatan yang memberikan kepuasan hakiki, keperanan sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan artinya, mendapat ganjaran itu sendiri;
  • Ganjaran yang tersedia untuk didistribusikan meningkat;
  • Ganjaran didistribusikan atas dasar yang agak lebih kecil;
  • Terjadi pergeseran dalam peluang hidup di berbagai status sosial;
  • Terjadinya pergeseran dalam distribusi gengsi sosial meskipun keuntungan masyarakat modern dibanding masyarakat tradisional dan;

Pergeseran dan masalah serupa terdapat juga dalam distribusi kekuasaan.

Huntington (1986:37),menjelaskan mengenai perubahan  masyarakat tradisional ke masyarakat industri.

Ciri masyarakat tradisional antara lain:

  • Tidak menjaga waktu
  • Orientasi pada masa lalu
  • Status terikat pada tempat asal
  • Fanatik
  • Tertutup
  • Orientasi status otomatis (ascriptive)
  • Loyalitas primordial seperti agama, golongan, suku, keluarga, organisasi keluarga atau ikatan bersifat pribadi
  • Bergantung pada nasib
  • Hubungan dengan alam penyesuaian
  • Kebudayaan ekspresif

Ciri masyarakat modern antara lain

  • Menjaga waktu
  • Orientasi pada masa depan
  • Dinamik, mobilitas
  • Toleran
  • Terbuka
  • Orientasi status berdasarkan prestasi (achievement)
  • Loyalitas pelingkup (negara, kedinasan dan profesi)
  • Organisasi non pribadi (ikatan kepentingan, atau berorientasi tujuan),
  • Organisasi besar atau efisiensi
  • Hubungan non pribadi atas dasar masalah (lugas)
  • Persoalan ditimbulkan manusia dapat diatasi oleh manusia
  • Hubungan dengan alam menguasai atau setidak-tidaknya mengatur

Kebudayaan progresif Secara rinci disebutkan bahwa ciri-ciri orang modern menurut Inkeles (1973:342) antara lain:

  1.  Terbuka pada pengalaman baru;
  2. Peningkatan kemandirian dan otoritas figur tradisional.
  3. Kepercayaan terhadap kualitas ilmu pengetahuan dan pengobatan.
  4. Memiliki ambisi untuk dirinya sendiri maupun anak-anaknya untuk mencapai pekerjaan dan pendidikan yang tinggi.
  5. Menyukai kecepatan waktu dan perencanaan dan hati-hati.
  6. Menunjukkan minat yang kuat dalam kegiatan komunitas dan politik lokal, serta berperan aktif.
  7. Selalu mengikuti berita-berita hangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: