Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Menerapkan Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat.

Saat merencanakan pelajaran untuk Pembelajaran Berbasis- Masalah, guru memiliki dua jenis tujuan belajar. Misalnya, dalam hal ini kita menginginkan siswa untuk memahami bagaimana menyelesaikan Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat. Selain itu, kita juga menginginkan siswa tersebut untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan mempelajari kemandirian mereka. Keterampilan pemecahan masalah dan pembelajaran mandiri adalah tujuan jangka panjang  dan siswa memerlukan pengalaman terus menerus untuk mencapai tujuan  tersebut.

Akan tetapi, mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan menjadi murid mandiri adalah tujuan penting. Jadi, tantangan bagi seorang guru saat siswa berjuang, membuat kesalahan dan mengajukan jawaban yang belum tepat. Siswa tidak akan pernah mendapatkan kemampuan jika mereka tidak memiliki pengalaman yang mendorong perkembangan mereka. Ini adalah tujuan penting ketika menggunakan Pembelajaran Berbasis-Masalah.

Hal yang tidak kalah penting yaitu saat memilih masalah, karena seorang guru harus berusaha menentukan apakah siswa memiliki cukup banyak pengetahuan awal untuk secara efektif merancang suatu strategi demi memecahkan masalah tersebut. Jika ingin pelajaran pemecahan masalah berlangsung mulus, siswa harus memahami apa mereka usahakan untuk dicapai dan mencari materi-materi yang dibutuhkan utuk memecahkan masalah.

Setelah menentukan tujuan belajar, memilih masalah dan mengumpulkan materi-materi yang diperlukan, maka seorang guru siap untuk menerapkan Pembelajaran Berbasis-Masalah.

Ada empat fase yang harus diperhatikan dalam menerapkan model Pembelajaran Berbasis-Masalah, yaitu:

1.      Mereview dan Menyajikan Masalah

Guru mereview pengetahuan yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah dan memberi siswa masalah konkret untuk dipecahkan. Dengan kata lain:

  • Guru menarik perhatian siswa dan menarik mereka kedalam pelajaran.
  • Guru secara informal menilai pengetahuan awa siswa.
  • Guru memberikan fokus konkret untuk pelajaran.

Dalam materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulatdapat dicontohkan misalnya guru mengajukan dan meminta siswa untuk mempelajari masalah berikut:

Ada sebuah kantor berlantai 23, yang 3 lantainya berada dibawah tanah. Seorang karyawan mula-mula berada di lantai 2 kantor itu. Karena ada suatu keperluan ia turun 4 lantai, kemudian naik lagi 6 lantai. Dilantai berapakah karyawan itu sekarang berada?

2.      Menyusun Strategi

Siswa menyusun strategi untuk memecahkan masalah dan guru memberi mereka umpan balik soal strategi.

Artinya guru dengan cermat memberikan cukup bimbingan agar siswa tidak menghabiskan terlalu banyak waktu, namun jangan juga memberikan bimbingan berlebihan sehingga pengalaman mereka menyusun strategi menjadi terbatas. Kita tahu bahwa materi Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat memerlukan ketelitian  dalam menyelesaikannya, disini tentu saja dibutuhkan bimbingan guru terhadap siswa dalam menganalisa soal-soal tersebut.
Untuk menyelesaikan contoh soal yang diberikan, misalnya guru menginformasikan bahwa naik satu lantai dinyatakan dengan (+1) sedangkan turun satu lantai dinyatakan dengan (-1)

3.      Menerapkan Strategi

Siswa  menerapkan strategi-strategi mereka saat guru secara cermat memonitor upaya mereka dan memberikan umpan balik. Dengan kata lain guru memberikan siswa pengalaman untuk memecahkan masalah. Dalam fase ini, siswa menerapkan strategi mereka. Akan tetapi guru tetap memberikan dukungan pengajaran yang membantu siswa menyelesaikan tugas-tugas yang tidak mampu mereka selesaikan sendiri (Puntambekar & Hubscer, 2005).

Setelah menganalisa soal, siswa tentu saja harus berfikir tentang bagaimana menyelesaikan soal tersebut. Dalam hal ini lah tidak semua siswa mampu untuk menerapkan strategi dalam menyelesaikan soal yang diberikan, untuk itu guru haruslah  memberikan dukungan pengajaran. Sebab yang sering terjadi, siswa kurang teliti dalam memperhatikan tanda positif dan negatif pada bilangan bulat tersebut.

Dengan dibimbing oleh guru, siswa menentukan letak karyawan tersebut didalam gedung dengan cara: karyawan mula-mula berada dilantai 2 kantor itu dinyatakan dengan (+2), kemudian turun 4 lantai dinyatakan (-4), kemudian naik 6 lantai dinyatakan dengan (+6).

Sehingga secara matematis diulis : (2) +  (-4) + 6 = 4

4.      Membahas dan Mengevaluasi Hasil

Guru membimbing siswa untuk mengoreksi hasil yang mereka dapatkan, artinya guru memberikan umpan balik tentang upaya mereka.

Dalam fase terakhir ini, guru meminta siswa untuk menilai solusi ataupun hasil dari pemecahan masalah yang telah mereka kerjakan. Seperti menilai dimana letak kesalahan siswa yang masih banyak terjadi dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan.

Pembelajaran Berbasis Masalah ini juga efektif untuk dilaksanakan secara berkelompok oleh siswa. Karenapembelajaran ini di awali dengan masalah sehingga mereka dapat berdiskusi untuk mengeluarkan pendapat masing-masing dalam kelompok. Akan ada banyak pendapat, karena masing-masing siswa tentu memiliki strategi pemecahan masalah tersebut. Jadi, setelah itu mereka dapat menyatukan pendapat yang dianggap paling tepat untuk menyelesaikan masalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: