Masalah Dalam Belajar Matematika

Jpeg

Jpeg

Dalam proses pembelajaran yang terjadi siswa di posisikan hanya sebagai pendengar ceramah guru, akibatnya proses belajar mengajar cenderung membosankan dan menjadikan siswa malas belajar. Sikap anak didik yang pasif tersebut ternyata tidak hanya terjadi pada mata pelajaran tertentu saja hampir pada semua mata pelajaran termasuk matematika.

Selama ini banyak terdengar bahwa matematika adalah pelajaran yang terdiri dari rumus-rumus. Guru membuktikan suatu rumus dan pada saat itu siswa belum mempunyai teknik yang cukup untuk memahami pembuktian rumus tersebut. Tanpa memperhatikan pembuktian tersebut, siswa menghapal rumus dan menggunakan rumus untuk dapat menyelesaikan soal yang ada. Dengan cara ini kompontensi yang dimiliki siswa hanyalah memasukkan  bilangann ke dalam suatu rumus. Kemudian, Jika rumus lupa siswa tidak mempunyai keterampilan lain selain melakukan perhitangan.
Setelah belajar matematika di sekolah, keterampilan yang tersisa hanya bermain dengan angka. Siswa merasa tak ada manfaat belajar matematika kecuali ia melanjutkan ke sekolah yang banyak menggunakan matematika. Pertanyaannya kemudian, apa manfaat bagi seseorang setelah selesai belajar matematika di sekolah.

Herman Hudoyo (1992:3) mengemukakan bahwa mempelajari matematika adalah berkaitan dengan mempelajari ide-ide atau konsep yang bersifat abstrak.Untuk mempelajarinya digunakan simbol-simbol agar ide-ide atau konsep tersebut dapat dikomunikasikan.Dan banyaknya simbol-simbol yang di gunakan mengakitbatkan sisa bersifat negative terhadap matematika dan menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dan menakutkan.

Dalam pembelajaran matematika, guru terbiasa menyajikan materi menggunakan metode konvesional yaitu ceramah.Metode mengajar ini menjadikan siswa pasif dalam menerima informasi. Siswa hanya di ajak mendengarkan,mencatat tanpa adanya aktivitas. Dengan demikian guru tidak tau apakah siswanya benar-benar mengerti dengan materi yang disampaikan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan suatu strategi pembelajaran yang tepat dan menarik di mana peserta didik lebih kooperatif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: