Konsep Budaya Organisasi

Dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak akan terlepas dari lingkungannya. Kepribadian seseorang akan dibentuk pula oleh lingkungannya dan agar kepribadian tersebut mengarah kepada sikap dan perilaku yang positif tentunya harus didukung oleh suatu norma yang diakui tentang kebenarannya dan dipatuhi sebagai pedoman dalam bertindak. Pada dasarnya manusia atau seseorang yang berada dalam kehidupan organisasi berusaha untuk menentukan dan membentuk sesuatu yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak, agar dalam menjalankan aktivitasnya tidak berbenturan dengan berbagai sikap dan perilaku dari masing-masing individu. Sesuatu yang dimaksud tidak lain adalah budaya dimana individu berada, seperti nilai, keyakinan, anggapan, harapan dan sebagainya.

Menurut Buhler (2007) menyatakan bahwa budaya memiliki sejumlah aspek, sebagian dari aspek tersebut secara kolektif disebut sebagai artifak, termasuk didalamnya antara lain:

  1. Hikayat dan Cerita Pendirian

          Cerita yang disampaikan keseluruh organisasi dapat membantu mensosialisasikan karyawan baru dan memperkenalkan budaya organisasi. Melalui cerita-cerita inilah karyawan baru bisa memahami apa-apa yang dihargai di organisasi dan perilaku seperti apa yang diharapkan dari mereka.

  1. Simbol

                   Simbol merupakan aspek budaya yang tampak yang mengomunikasikan nilai-nilai inti dan identitas perusahaan. Simbol adalah objek yang mampu menyampaikan maksud. Perusahaan bisa menggunakan logo atau slogan untuk menyampaikan identitas ini.

  1. Acara dan Ritual

                   Acara-acara resmi perusahaan juga mengomunikasikan sesuatu tentang organisasi. Acara ini dilakukan pada jangka waktu tertentu.

  1. Jargon

     Setiap organisasi memiliki jargon masing-masing. Jargon ini juga diperluas hingga lingkup industri dimana organisasi beroperasi.

  1. Nilai dan Keyakinan

       Nilai dan keyakinan merupakan inti budaya organisasi. Nilai ini sering menjadi perekat yang mengikat semua anggota organisasi bersama-sama. Nilai-nilai itu adalah keyakinan bersama yang memandu kinerja dan sikap para anggota.

Budaya organisasi mempunyai peran besar dalam upaya mencapai tujuan organisasi, peran budaya organisasi tersebut antara lain (Wirawan: 2007) :

  1. Identitas Organisasi

Budaya organisasi berisi satuset karakteristik yang melukiskan organisasi dan membedakannya dengan organisasi lain. Budaya organisasi menunjukkan identitas organisasi kepada orang di luar organisasi.

  1. Menyatukan Organisasi

Budaya organisasi merupakan lem normatif yang merekatkan unsur-unsur organisasi menjadi satu. Norma, nilai-nilai dan kode etik budaya organisasi menyatukan dan mengoodinasi anggota organisasi. Ketika akan masuk menjadi anggota organisasi, para calon anggota organisasi mempunyai latar belakang dan karakteristik yang berbeda. Agar dapat diterima sebagai anggota organisasi mereka wajib menerima dan menerapkan budaya organisasi. Budaya oraganisasi menyediakan alat kontrol bagi aktivitas organisasi dan perilaku anggota organisasi. Norma, nilai, kode etik budaya organisasi menyatukan pola pikir dan perilaku anggota organisasi. Isi budaya organisasi mengontrol apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh anggota organisasi.

  1. Reduksi Konflik

                   Budaya organisasi sering dilukiskan sebagi semen atau lem yang menyatukan organisasi. Isi budaya mengembangkan kohesi sosial anggota organisasi yang memiliki latar belakang yang berbeda. Pola fikir, asumsi, dan filsafat organisasi yang sama memperkecil perbedaan dan terjadinya konflik diantara anggota organisasi. Jika terjadi perbedaan atau konflik, budaya organisasi memiliki cara untuk menyelesaikannya.

  1. Komitmen Pada Organisasi dan Kelompok

                   Budaya organisasi bukan saja menyatukan, tetapi juga memfasilitasi komitmen anggota organisasi kepada organisasi dan kelompok kerjanya. Budaya organisasi yang kondusif mengembangkan rasa memiliki dan komitmen tinggi terhadap organisasi dan kelompok kerjanya.

  1. Reduksi Ketidakpastian

          Budaya organisasi mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan kepastian. Dalam mencapai tujuannya, organisasi menghadapi ketidakpastian dan kompleksitas lingkungan, demikian juga aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan tersebut. Budaya organisasi menentukan kemana arah, apa yang akan dicapai, dan bagaimana mencapainya.

  1. Menciptakan Konsistensi

          Budaya organisasi menciptakan konsistensi berpikir, berperilaku, dan merespons lingkungan organisasi. Budaya organisasi memberikan peraturan, panduan, prosedur, serta pola memproduksi dan melayani konsume, pelanggan, nasabah, atau klien organisasi. Semua hal tersebut menimbulkan konsistensi pola pikir, cara bertindak, dan berperilaku anggota organisasi dalam melaksanakan tugas dan perannya. Dengan kata lain, anggota organisasi melakukan tugas by book, tidak menyimpang dari panduan yang ada di buku budaya organisasi.

  1. Motivasi

Budaya organisasi merupakan kekuatan tidak terlihat atau invisible force dibelakang faktor-faktor organisasi yang kelihatan dan dapat diobservasi. Budaya merupakan energi sosial yang membuat anggota organisasi untuk bertindak. Budaya organisasi memotivasi anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Mereka merasa berkewajiban dan bertanggung jawab untuk merealisasi tujuan organisasi. Dalam mencapai tujuan organisasi, mereka juga termotivasi untuk menggunakan perilaku dan cara tertentu, yaitu cara yang dapat diterimaoleh budaya organisasi. Mula-mula motivasi tersebut merupakan motivasi ekstrinsik karena budaya organisasi memberi imbalan bagi anggota organisasi yang mematuhinya dan memberi sanksi bagi yang tidak melaksanakannya. Ketika anggota organisasi telah menjadi anggota organisasi dalam waktu yang cukup lama, mereka termotivasi secara intrinsik untuk melakukan apa yang diwajibkan oleh budaya organisasi. Mereka bangga melakukan sesuatu dengan cara unik sesuai dengan norma, nilai-nilai dan filsafat budaya organisasi.

  1. Kinerja Organisasi

          Budaya organisasi yang kondusif menciptakan, meningkatkan, dan mempertahankan kinerja tinggi. Budaya organisasi yang kondusif menciptakan kepuasan kerja, etos kerja, dan motivasi kerja karyawan. Semua faktor tersebut merupakan indikator terciptanya kinerja tinggi dari karyawan yang akan menghasilkan kinerja organisasi yang juga tinggi.

  1. Keselamatan Kerja

          Budaya organisasi mempunyai pengaruh terhadap keselamatan kerja. Ada hubungan kausial positif antara budaya organisasi dan kecelakaan industri. Untuk meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja, perlu dikembangkan budaya keselamatan dan kesehatan erja.

  1. Sumber Keunggulan Kompetitif

          Budaya organisasi merupakan salah satu keunggulan kompetitif. Budaya organisasi yang kuat mendorong motivasi kerja, konsistensi, efektivitas, dan efisiensi, serta menurunkan ketidakpastian yang memungkinkan kesuksesan organisasi dalam pasar dan persaingan.

Menurut (Rivai:2004) budaya organisasi mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal atas, artinya budaya menciptakan perbedaan yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi yang lain
  2. Budaya memberikan identitas bagi anggota organisasi
  3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen yang lebih luas dan pada kepentingan individu
  4. Budaya meningkatkan kemantapan system sosial
  5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna kendali yang memandu serta membentuk sikap dan perilaku pegawai

Sedangkan menurut Kreitner dan Kinicki (2008 dalam Fattah : 2014) budaya organisasi terdapat empat fungsi:

  1. Organizational identity, memberikan identitas organisasi kepada pegawainya. Identitas ini diberikan kepada pegawai dengan mengadakan penghargaan yyang mendorong inovasi. Inovasi adalah pengembangan karya baru.
  2. Fasilitate collective commitment, memudahkan komitmen kolektif, pegawai merasa bangga menjado bagian dari organisasinya. Pegawai merasa memiliki banyak kesempatan untuk melakukan pekerjaaan yang berbeda (inovasi) dan meningkatkan karier, serta memuji kehebatan organisasinya.
  3. Social system stability, mempromosikan stabilitas sistem sosial. Stabilitas sistem sosial mencerminkan taraf dimana lingkungan kerja dirasakan positif dan mendukung, dan konflik serta perubahan dikelola dengan efektif.
  4. Shope behavior by helping members make sense of their surroundings, membentuk perilaku dengan membantu atasan merasakan keberadaannya. Fungsi budaya ini membantu para pegawai memahami mengapa organisasi melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan bagaimana organisasi bermaksud mencapai tujuan jangka panjangnya.

Budaya memberikan identitas bagi para anggota organisasi dan membangkitkan komitmen terhadap keyakinan dan nilai yang lebih besar dari dirinya sendiri. Selain itu, budaya menuntun hubungan kerja sehari-hari dan menentukan bagaimana orang-orang berkomunikasi dalam suatu organisasi, perilaku seperti apa yang diterima atau ditolak, dan bagaimana kekuatan dan status dialokasikan. Adaptasi eksternal menunjukkan bagaimana organisasi mencapai tujuan dan kesepakatan dengan pihak luar. Budaya membantu mengarahkan aktivitas harian para pekerja untuk memenuhi tujuan tertentu. Ini bisa membantu organisasi merespon dengan cepat kebutuhan konsumen atau pergerakan para pesaing. Budaya organisasi juga mengarahkan para pekerja sesuai dengan peraturan dan kebijakan tertulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: