Pengertian Mobile media learning

Mobile media learning
Mobile media learning menurut Seann Dikker (2012 : 9) adalah :

“New mobile media technology is moving both information and communication capacity away from central repositories and into each individual learner’s hand. Mobile media learning includes the instant and ongoing connection of hand- held devices to online information and communication for personal growth and increased agency within profesions and communities of practice.”

Mobile learning didefinisikan oleh Clark Quinn dalam Wijaya (2006) sebagai :

“… The intersection of mobile computing and e-learning: accessible resources wherever you are, strong search capabilities, rich interaction, powerful support for effective learning, and performance-based assessment. ELearning independent of location in time or space”.

Berdasarkan definisi tersebut, dapat diambil kesimpulan bawa mobile learning atau m-learning adalah model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media pembelajarannya. Pada model m-learaning ini memungkinkan kita untuk belajar kapan saja, dimana saja, kaya akan interaksi, dan merupakan pembelajaran yang efektif.

Dalam papernya John Taxler (2005 : 262) menyatakan mobile learning can perhaps be defined as ‘any educational provision where the sole or dominant technologies are handheld or palmtop devices. Kemudian pada kalimat selanjutnya John Taxler (2005) menjelaskan bahwa this definition may mean that mobile learning could include mobile ‘phones, smartphones, personal digital assistants (PDAs) and their peripherals, perhapstablet PCs and perhaps laptop PCs, but not desktops in carts and other similar solutions. Perhaps the definition should address also the growing number of experiments with dedicated mobile devices such as games consoles and iPODs, and it should encompass both mainstream industrial technologies and one-off experimental technologies.

Merujuk pada definisi mobile learning diartikan sebagai pembelajaran yang menggunakan media perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi seperti smartphone dan PDA.

Chi-Hong LEUNG dan Yuen-Yan CHAN (2003 : 2) dalam makalahnya membagi mobile learning ke dalam beberapa kerangka, yaitu:

a. Mobile Learning Applications
Leung dan Chan mengatakan bahwa:

“With proactive learning management, applications collect information on learners’ needs and then signal the learning system to provide information and knowledge. It is believed that customization controlled by the instructor can improve the effectiveness of communication.An instructor can customize the teaching content to the learner”

Pada kerangka pertama yang di kemukan Leung dan Chan, dapat disimpulkan bahwa mobile learning memerlukan pengelolaan yang baik agar informasi dan pengetahuan yang diberikan tepat dengan kebutuhan peserta didik.Serta mereka meyakini bahwa kostumisasi terhadap kontrol yang dilakukan oleh instruktur merupakan komunikasi yang efektif jika konten di sesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

b. Mobile User Infrastruktur (browser, handheld devices)
Pada kerangka yang kedua, Leung dan Chan mengatakan:

“Mobile devices and wireless networks can provide texts, video on demand, and information services. Learners would require such technology as appropriate mobile devices, and high-bandwidth wireless networks. Connectivity is important because disconnection caused by handovers seriously affect the quality of information services”

Pada kerangka ini dapat disimpulkan bahwa dalam mobile learning kebutuhan akan perangkat dan jaringan yang sesuai sangat dibutuhkan, karena akan mempengaruhi kualitas pelayanan informasi.

c. Mobile Protocol (adoption of content with WAP)

Pada kerangka yang ketiga Leung dan Chan mengatakan:
“Mobile protocol connects different applications, tools, networks, and technologies to provide a common user interface. Achieving application independence from device and wireless technologies is important. Protocol is a layer for connecting mobile learning applications with different mobile networks and operating systems without noticing mobility awareness”

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa mobile learning memerlukan protokol untuk mengatur komunikasi antar aplikasi, perangkat, dan jaringan untuk menghasilkan antar muka yang baik.

d. Mobile Network Infrastrusture (celluler systems, satellites, etc)
Pada kerangka yang keempat, Leung dan Chan mengatakan:
“Other than mobile devices and protocols, mobile learning applications should depend on networking support. Transmission rate and coverage are the two most important factor”

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa selain perangkat dan protokol, dalam mobile learning juga dibutuhkan dukungan jaringan. Biasanya hal ini berhubungan dengan mobile learning berbasis web atau wap.

Jadi, diambil kesimpulan berdasarkan pengertian media dan mobile learning maka mobile media dapat diartikan sebagai media yang digunakan sebagai sumber balajar yang dapat diakses dimanapun, memberikan kemudahan dalam pengaksesan, mendukung pembelajaran yang lebih efektif, serta dapat berdiri sendiri tanpa tergantung waktu dan tempat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: