Benarkah menjemur air dalam ember/baskom dapat mempercepat hujan?

Benarkah menjemur air dalam ember/baskom dapat mempercepat hujan?

petir

Musim kemarau yang panjang sangat terasa dampaknya bagi masyarakat Indonesia. Kekringan melanda dimana-mana, kebakaran hutan semakin meluas, debu yang beterbangan kemana-mana dan kabut asap meneylimuti beberapa daerah di Indonesia.

Banyak oknum yang memanfaatkan musim kemarau ini dengan membakar hutan guna membuka lahan untuk kepentingannya sendiri. Akibat yang ditimbulkan sangat luar biasa. Kabut asap menyelimuti bumi Indonesia tercinta. Dampak yang paling terasa akibat kabut asap adalah penyakit pernafasan yang sudah banyak diderita oleh masyarakat.
Musibah itu menimbulkan kemarahan dan keputusasaan bagi masyarakat. Banyak usaha yang sudah dilakukan untuk membuat hujan demi mengakhiri derita mereka. Mulai dari memadamkan api, membuat hujan buatan hingga sholat istiqoroh. Namun, dari sekian banyak usaha itu, ada satu yang jadi perbincangan hangat di masyarakat. Yaitu wacana menyediakan air dicampur garam kemudian diletakan dibawah terik matahari dengan harapan dapat mendatangkan hujan. Benarkah cara tersebut dapat berhasil?

Hujan memang berasal dari hasil penguapan yang terjadi di permukaan bumi. Uap air tersebut akan berkumpul menjadi awan, kemudian menjadi mendung dan terakhir menjadi hujan. Dengan manambah penguapan yang dibuat oleh masyarakat dengan meletakan ember berisi air dan garam di bawah terik matahari, secara teoritis seharusnya berhasil menghasilkan hujan. Namun kenapa hujan yang ditunggu belum datang juga?

Ada banyak hal yang mempengaruhi terjadinya hujan. Mulai dari penguapan, arah angin hingga iklim. Menurut badan meteorologi dan geofisika, penyebab kemarau di Indonesia akibat adanya angin el nino yang membuat pergerakan awan penyebab hujan itu tidak bergerak di Indonesia. Awan tersebut hanya sekedar ‘numpang lewat’ saja. Akibatnya, penguapan yang kita buat, sangat sulit bisa mendatangkan hujan. Karena sebelum menjadi hujan, awan tersebut sudah hilang dari wilayah kita.

Berbeda dengan penggunaan hujan buatan. Hujan buatan cukup efektif karena prinsipnya memaksa awan tersebut menjadi hujan sebelum dia ‘pergi’ meninggalkan wilayah Indonesia. Namun tidak semua awan bisa dijadikan hujan buatan, ada ketentuan khusus yang harus dipenuhi. Setelah awanya terpilih, kemudian menaburkan garam di awan tersebut untuk mempercepat kondensasi pada awan hingga cepat menghasilkan hujan.

Setiap usaha yang kita lakukan tidak akan pernah sia-sia. Jadi jangan berhenti berusahan untuk mengharapkan hujan. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan diri dan menjaga lingkungan agar wabah ini tidak semakin meluas. Tidak menutup kemungkinan ini adalah azab dari Allah akibat kesalahan kita selama ini. Untuk itu, ayo sama-sama kita bertaubat dan berdo’a semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan azab ini secepatnya dicabut oleh-Nya. Amien.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: