Pengertian Kompetensi

Secara definisi kompetensi adalah kemampuan dasar yang dapat dilakukan oleh siswa pada tahap pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

       Berdasarkan pendapat di atas dapat dipetik bahwa kompetensi merupakan kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa yang akan dikembangkan dan dijadikan landasan serta penilaian dalam proses belajar mengajar.

       R.M. Guion dalam Spencer and Spencer pada buku Hamzah B. Uno mendefinisikan kemampuan atau kompetensi sebagai karakteristik yang menonjol bagi seseorang dan mengindikasikan cara-cara berperilaku atau berpikir, dalam segala situasi dan berlangsung terus dalam periode waktu yang lama.

       Berdasarkan pendapat di atas dapat dipahami kemampuan adalah dapat dilihat dari bagaimana kinerja seseorang dalam suatu pekerjaan yang dapat dilihat dari cara berpikir dan berperilaku.

Lebih lanjut Spencer dan Spencer membagi lima karakteristik kompetensi sebagai berikut:

  1. Motif
  2. Sifat
  3. Konsep diri
  4. Pengetahuan
  5. Keterampilan

        Pendapat Palan yang dikutip oleh Martinis Yamin: “kompetensi sebagai karakteristik dasar seseorang yang memiliki hubungan kausal dengan kriteria referensi efektivitas dan keunggulan dalam pekerjaan atau situasi tertentu”.

     Berdasarkan pendapat di atas kompetensi menentukan tingkat keberhasilan suatu aktivitas.

       Pendapat McShane dan Glinow yang dikutip oleh Martinis Yamin bahwa “competencies adalah keterampilan, pengetahuan, bakat, nilai-nilai, pengarah, dan karakteristik pribadi lainnya yang mendorong ke arah performansi unggul. Lebih lanjut dijelaskan ability atau kemampuan meliputi bakat alami (natural aptitudes) dan kemampuan yang dipelajari untuk menyelesaikan tugas”.

       Berdasarkan pendapat di atas maka kompetensi merupakan kepribadian seseorang yang dapat dinilai dengan kriteia dan standar tertentu untuk menentukan sudahkah melewati batas minimal hasil kerja yang dapat diterima.

“Kecerdasan emosi merupakan salah satu kompetensi perilaku. Diperjelas oleh Goleman et, al, (2002) yang dikutip dari Parulian Hutapea dan Nurianna Thoha, yang mengelompokkan kompetensi sesuai dengan wilayah kecerdasan emosi. Kompetensi, yang merupakan kecerdasan emosi, dibagi dalam 2 golonan, yaitu :

  1. Kompetensi Personal (Personal Competence)
  2. Kompetensi sosial (social Competence).

     Kompetensi personal mancakup Sadar Diri (Self Awareness) dan Manajemen Diri (Self Management).sedangkan kompetensi sosial mencakup sadar Sosial (Social Awareness). Dan Manajemen Relasi (Relationship Management).

       Berdasarkan kutipan di atas maka yang dimaksud peneliti di sini adalah kompetensi personal, dimana seseorang mampu sadar akan kemampuan diri dan mampu memanajemen dirinya, serta mampu untuk melakukan perubahan sesuai ego yang ada pada dirinya.

       “Kompetensi personal juga mencakup Sadar Diri (sadar emosi diri, menajemen askurasi diri, dan percaya diri) dan Manajemen Diri (pengendalian emosi diri, transparansi, adaptasi, pencapaian, inisiatif dan keoptimisan)”.

       Pendapat di atas diperkuat oleh pendapat Daiel Goleman yang dikutip oleh Hamzah B. Uno : bahwa kecakapan pribadi terdiri beberapa dimensi yaitu, kesadaran diri (kesadaran emosi, penilaian diri secara teliti, percaya diri), pengaturan diri (kendali diri, sifat dapat dipercaya, kewaspadaan,, adaptabilitas, inovasi), motivasi (dorongan prestasi, komitmen, inisiatif, optimisme).

       Kedua pendapat di atas menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kompetensi jika ia mampu sadar diri dan manjemen diri.

       Berdasarkan saring pendapat diatas, maka dapat disintesiskan bahwa Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, efektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya.

       Kompetensi diri yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kompetensi siswa yang mencakup karakteristik yang meliputi manajemen diri dan sadar diri terhadap pelajaran matematika.

Daftar pustaka:

Martinis Yamin, Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2010), 127.

Hamzah B.Uno, 78.

Ibid., 79.

Martinis Yamin, Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, 1.

Martinis Yamin dan Maisah, Standarisasi Kinerja Guru, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2010), 2.

Parulian Hutapea dan Nurianna Thoha, KompetensiPlus Teori, Desain, Kasus, dan Penerapan. Untuk HR dan Organisasi yang Dinamis, (Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008), 53.

Ibid., 53-54.

Hamzah B. Uno, Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2010), 86.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: