Konsep Diri

Pengertian Konsep Diri

       “Konsep diri adalah persepsi keseluruhan yang dimiliki seseorang mengenai dirinya sendiri”.

       Berdasarkan pendapat di atas dapat dipetik bahwa konsep diri merupakan anggapan yang dimiliki seseorang tentang dirinya baik secara fisik maupun mental.

     Pendapat Byrne dalam Eva Latipah bahwa: “Konsep diri merupakan penilaian terhadap karakter, kekuatan dan kelemahan diri.”

       “Konsep diri adalah pandangan seseorang tentang dirinya yang menyangkut apa yang dia ketahui dan rasakan tentang perilakunya, isi, pikiran dan perasaannya, serta bagaimana perilakunya tersebut berpengaruh terhadap orang lain.”

     Konsep diri yang dimaksud di sini merupakan bayangan seseorang tentang keadaan dirinya sendiri untuk saat ini dan bukanlah suatu keadaan yang ideal dari dirinya seperti yang diharapkan pada masa yang akan datang.

       “Konsep diri adalah gambaran tentang dirinya sendiri dalam bandingannya dengan orang lain.”

       Konsep diri ini maksudnya adalah pandangan tentang segala aspek yang ada pada diri sendiri serta bagaimana bandingannya dengan orang lain.

       Pendapat Burns yang dikutip oleh Slameto: “The self concept refers to the connection of attitudes and beliefs we hold about ourselves”. Konsep ini merupakan suatu kepercayaan mengenai keadaan diri sendiri yang relatif sulit diubah. Konsep diri tumbuh dari interaksi seseorang dengan orang-orang lain yang berpengaruh dalah kehidupannya, biasanya orang tua, guru, dan  teman-teman.”

       Berdasarkan pendapat di atas dapat dipetik bahwa konsep diri tumbuh dari interaksi dengan orang-orang di sekelilingnya.

       G.H. Mead menyatakan: “Konsep diri sebagai suatu produk sosial yang dibentuk melalui proses internalisasi dan organisasi pengalaman-pengalaman psikologis”.

       Berdasarkan pendapat di atas dapat dipetik bahwa konsep diri tumbuh melalui proses interaksi dengan orang-orang yang berpengaruh dalam kehidupan seseorang serta pengalaman-pengalaman hidup seseorang yang bersifat psikologis.

       Studi dari Meichenbaum membuktikan bahwa bila siswa dibantu menyatakan hal-hal yang positif mengenai dirinya sendiri dan diberikan penguatan (reinforcement), maka hal ini akan menghasilkan suatu konsep diri yang lebih positif.

       Berdasarkan pendapat di atas dapat dipetik bahwa konsep diri akan tumbuh positif jika ada penguatan tentang dirinya.

       Penelitian pederson dan Zahran memperlihatkan bahwa guru mempunyai pengaruh yang kuat terhadap konsep diri siswa: guru dapat meningkatkan atau menekannya, dengan perkataan lain guru dapat mempengaruhi dasar aspirasi dan penampilan siswa.

       Berdasarkan pendapat di atas dapat dipetik bahwa Konsep diri dapat dibentuk dengan memberikan penguatan (reinforcement) dan guru merupakan pengaruh yang kuat dalam pembentukan konsep diri yang positif.

       Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri ialah:

a.    Orang lain

b.    Kelompok rujukan

Orang yang mempunyai konsep diri positif ditandai dengan lima hal, yaitu:

a.    Ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah.

b.    Ia merasa setara dengan orang lain.

c.    Ia menerima pujian tanpa rasa malu.

d.    Ia menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat.

e.    Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup  mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya.

D. E. Hamacheck menyebutkan sebelas karakteristik orang yang mempunyai konsep diri positif, yaitu:

a.    Ia meyakini betul-betul nilai-nilai dan prinsip-prinsip tertentu serta bersedia mempertahankannya, walaupun menghadapi pendapat kelompok yang kuat.

b.    Ia mampu bertindak berdasarkan penilaian yang baik tanpa merasa bersalah yang berlebihan, atau menyesali tindakannya jika orang lain tidak menyetujui tindakannya.

c.    Ia tidak menghabiskan waktu yang tidak perlu untuk  mencemaskan apa yang akan terjadi besok, apa yang telah terjadi waktu yang lalu, dan apa yang sedang terjadi waktu sekarang.

d.    Ia memiliki keyakinan pada kemampuannya untuk mengatasi  persoalan, bahkan ketika ia menghadapi kegagalan atau kemunduran.

e.    Ia merasa sama dengan orang lain, sebagai manusia tidak tinggi  atau rendah, walaupun terdapat perbedaan dalam kemampuan  tertentu, latar belakang keluarga, atau sikap orang lain terhadapnya.

f.     Ia sanggup menerima dirinya sebagai seorang yang penting dan bernilai bagi orang lain, paling  tidak bagi orang-orang yang ia  pilih sebagai sahabatnya.

g.    Ia dapat menerima pujian tanpa berpura-pura rendah hati, dan menerima penghargaan tanpa merasa bersalah.

h.    Ia cenderung menolak usaha orang lain untuk mendominasinya.

i.      Ia sanggup mengaku kepada orang lain bahwa ia mampu merasakan berbagai dorongan dan keinginan atau ungkapan emosionalnya.

j.      Ia mampu menikmati dirinya secara utuh dalam berbagai kegiatan yang meliputi pekerjaan, ungkapan diri dan segala hal.

k.    Ia peka pada kebutuhan orang lain, tidak bisa bersenang-senang dengan mengorbankan orang lain.

       Berdasarkan kedua pendapat di atas maka, konsep diri positif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a.   Ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah.

b.   Ia merasa setara dengan orang lain.

c.   Ia menerima pujian tanpa rasa malu.

d.   Ia menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat.

e.   Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup  mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya.

Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Bila orang merasa rendah diri, ia akan mengalami kesulitan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada orang-orang yang dihormatinya, tidak mampu berbicara di hadapan umum, atau ragu-ragu menuliskan pemikirannya dalam media massa.

       Berdasarkan pendapat di atas maka dapat dipetik bahwa konsep diri akan sangat membantu pembentukan potensi yang dimiliki, sehingga semakin positif konsep diri yang dimiliki maka akan semakin mudah mengembangkan kompetensi.

       Dari beberapa saring pendapat maka dapat disintesiskan, konsep diri adalah persepsi, pandangan, gambaran, penilaian tentang dirinya yang didapat dari interaksi dan penguatan dari orang lain terutama guru.

       Konsep diri yang dapat membantu meningkatkan hasil belajar adalah konsep diri positif.

[1] Ibid., 182.
[2] Eva Latipah, Pengantar Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani, 2012), 243.
[3] Djaali, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), 130.
[4] Suharsimi Arikunto, Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi, (Jakarta: Rineka Cipta, 1990), 70.
[5] Slameto, 182.
[6] Ibid.,182.
[7] Ibid., 184.
[8] Ibid., 184.
[9] Suharsimi Arikunto., 70.
[10] Ibid., 105.
[11] Ibid., 106.
[12] Ibid., 104.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: