Sejarah Ikhwan Al-Shafa

Ikhwan as-Shafa (اخوان الصفا) berarti (Persaudaraan Kemurnian) adalah organisasi rahasia yang aneh dan misterius yang terdiri dari para filsuf Arab Muslim, yang berpusat di Basrah, Irak yang saat itu merupakan ibukota Kekhalifahan Abassiyah-di sekitar abad ke-10 Masehi. Kelompok yang lahir di Bashrah kira-kira tahun 373H/983M.

Nama lengkap kelompok ini adalah Ikhwan al-Shafa wa Khullan al-Wafa wa Ahl al-Hamd wa Abna’ al-Majd. Ikhwan al-Shafa berhasil merahasiakan nama mereka secara seksama. Namun Abu Hayyan al-Tauhidi menyebutkan, sekitar tahun 373H/983M lima orang dari kelompok Ikhwan al-Shafa seperti, Abu Sulaiman Muhammad bin Ma’syar al-Busti, yang dikenal dengan al-Muqaddisi, Abu al-Hasan Ali bin Harun al-Zanjani, Abu Ahmad Muhammad al-Mihrajani, al-Aufi, dan Zaid bin Rifa’ah. Menurut mereka, syariat telah di nodai bermacam-macam kejahilan dan di lumuri keaneragaman kesesatan.

Satu-satunya jalan untuk membersihkannya dalah filsafat. Untuk memperluas gerakanya ,kelompok ini mengirimkan orang-orangnya ke kota-kota tertentu untuk membentuk cabang-cabang dan mengajak siapa saja yang berminat pada keilmuan dan kebenaran.untuk itu ada empat tingkatan anggota sebagai berikut:

1. Ikhwan Al-Abrar Al-Ruhamma’ yakni kelompok yang berusia 15-30thn yang memiliki jiwa yang suci dan pikiran yang kuat. Mereka bersetatus murid, karenanya dituntut tunduk dan patuh secara sempurna kepada guru.
2. Ikhwan Al-Akhyar wa Al-Fudhala’,yakni kelompok yang berusia 30-40 thn.pada tingkat ini mereka sudah mampu memelihara persaudaraan, pemurah, kasih sayang dan siap berkorban demi persaudaraan atau tingkat guru-guru.
3. Ikhwan Al- Fudhala’Alkiram, yakni kelompok yang berusia 40-50 thn. Dalam kenegaraan kedudukan mereka sama dengan sultan atau hakim. Mereka sudah mengetahui aturan ketuhanan sebagai tingkatan para nabi.
4. Al-Kamal, yakni kelompok yang berusia 50 thn keatas. Mereka disebut dengan tingkat Al-muqorrobin min Allah karena mereka sudah mampu memahami hakikat sesuatu sehingga mereka sudah berada di atas alam realitas.

Pemikiran Ikhwan al-shafa

1. Ketuhanan
Dalam pembahasan masalah ketuhanaan, Ikhwan Al- Shafa’ melandasi pemikirannya pada angka-angka atau bilangan. Menurut mereka angka bilangan adalah “lidah” yang mempercakapkan tauhid, al- tanzih, dan meniatakan sifat dan tasybih serta dapat menolak atas orangyang mengingkari keesaan Allah. Dengan kata lain, pengetahuan tentang angka membawa pada pengakuan tentang keesaan Allah karena apabila angka satu rusak, maka rusaklah semuanya. Selanjutnya mereka katakan, angka satu seelum angka dua, dan dalam angka dua terkandung pengertian kesatuan. Dengan istilah lain angka satu adalah angka yang pertama dan angka itu lebih daghulu dari angka dua dan lainnya.

Oleh karena itu, keutamaan terletak pada yang terdahulu, yakni angka satu. Sementara angka dua dan lainnya terjadinya kemudian. Oleh karena itu, terbuktilah bahwa Yang Maha Esa (Allah) lebih dahulu darimpada yang lainnya seperti dahulunya angka satu dari angka lain. Sebagaimana filosaof Muslim lainnya, Ikhwan al-Shafa’ juga melakukan al-tanzih dan meniadkan sifat sertaal-tasybih pada Allah Swt. Ia bersih dari bentuk dan berupa. Ia adalah Zat Yang Esa, yang tidak mampu makhluknya untuk mengetahui hakikatnya. Ia pencinta segala yang ada dengan caraal- faidh (emanasi) dan memberi bentuk. Penciptanya tanpa waktu dan tempat cukup dengan firmannya: kun fakana maka adalah segala yang dikehendakinya. Ia berada pada segala sesuatu tanpa berbaur dan bercampur seperti adanya angka dalam tiap-tiap bilangan. Sebagaimana bilangan satu tidak dapat dibagi dan tidak serupa dengan bilangan lainnya, demikian pula Allah tidak ada yang menyamai dan menyerupainya.

Akan tetapi, ia jadikan fitrah bagi manusia untuk dapat mengenalnya tanpa belajar. Dari pembicaraan diatas terlihat jelas besarnya pengaruh NeoPythagoreanisme yang dipadukan dengan filsafat keesaan Plotinus pada Ikhwan al- Shafa’. Barng kali kesan tauhid dalam filsafat mereka itulah yang menarik Ikhwan al- Shafa’ mengambilnya sebagai argumen tentang keesaan Allah. Tentangf ilmu Allah mereka katakan bahwa seluruh pengetahuan (al-ma’lumat) berada dalam ilmu Allah sebagaimana beradanya seluruh bilangan dalam bilang satu. Berbeda dengan ilmu para pemikir, ilmu Allah dari zatnya sebagaimana bilangan yang banyak dari dari bilangan yang satu yang meliputi seluruh bilangan. Demikian pula ilmu Allah terhadap segala yang ada.

2. Emanasi ( al-faidh)
Filsafat emanasi Ikhwan al- Shafa’terpengaruh oleh Pytagoras dan Plotinus. Menurut mereka, Allah aadalah pencipta dan mutlak Esa.dengan kemauan sendiri Allah menciptakan Akal Pertama atau Akal Aktif secara emanasi. Kemudian Allah menciptakan jiwa dengan perantaraan Akal. Selanjutnya Allahmenciptakan materi pertama (al- hayula al- ula). Dengan demikian, kalau Allah kadim, lengkap, dan sempurna, maka Akal Pertama lengkap segala potensi yang akan muncul pada wujud berikutnya. Jadi,Allah tidak berhubungan dengan alam materi secara langsung sehingga kemurnian tauhid dapat terpelihara dengan sebaik-baiknya. Secara ringkasa rangkaian prises emanasi itu sebagai berikut: Allah maha pencipta dan darinya timbulanya:

a. Akal Aktif atau Akal Pertama (al- Aql al- Fa’al)
b. Jiwa Universal (al- Nafs al- Kuliyyat)
c. Materi Pertama (al- Hayula al- Ula)
d. Alam Aktif (al – Thabi’at al Fa’ilat)
e. Materi Absolut atau Materi Kedua (al-Jims al- Muthlaq)
f. Alam Planet-Planet Alam al- Aflak)
g. Unsur-unsur alam terendah (Anashir al- Alam al- Sufla’), yaitu air, udara, tanah dan api
h. Materi gabungan yang terdiri dari mineral, tumbuh-tumbuhan, dan hewan. Sementara itu, manusia termasuk dalam kelompok hewan, tetapi hewan yang berbicara dan berpikir.

Selaras dengan prinsip matematika Ikhwan Al-Shafa’ kedelapan mahiyah di atas bersama zat Allah yang mutlak, maka sempurnalah jumlah bilangan menjadi sembilan. Angka sembilan ini juga membentuk subtensi organik pada tubuh manusia, yakni tulang, sumsum, daging,urat, darah, saraf,kulit, rambut, dan kuku. Proses penciptaan secara emanasi di atas, menurut Ikhwan Al- Shafa’ terbagi menjadi dua: (a) penciptaan sekaligus, daf’atan wahidah (b) penciptaan secaara gradual,tadrij. Penciptaan sekaligus apa yang mereka sebut alam rohani, yakni akal, aktif, jiwa universal, dan materi pertama. Sementara itu, penciptaan gradual apa yang mereka sebut dengan alam jasmani, yakni Jisim Mutlak dan seterusnya.

3. Matematika
Dalam pembahasan matematika Ikhwan Al- Shafa’ dipengarui oleh Pythagorasyang mengutamakan pembahasannya tentang angka atau bilangan. Bagi mereka angka-angka itu mempunyai arti spekulatif yang dapat dijadikan dalil wujud sesuatu. Oleh sebab itu ilmu hitung merupakan ilmu yang mulia dibanding ilmu empirik karena tergolog ilmu ketuhanan. Angka satu merupakan dasar segala wujusd ini dan merupakan permulaan yang absolut. Huruh Hijaiyah yang 28 merupakan hasil perkalian empat dan tujuh. Angka tujuh mengandung angka kesucian sedangkan angka empat menempati posisi penting dalam segala hal yang tercermin pada ciptaan Allah terhadap segala sesuatu didalam ini.

4. Jiwa Manusia
Dalam Jiwa manusia bersumber dari jiwa universal dan berkmbangnya jiwa manusia banyak dipengarui materi yang mengitarinya. Agar jiwa tidak kecewa dalam perkembangannya maka jiwa itu dibantu oleh akal yang merupakan daya bagi jiwa untuk berkembang. Dalam tubuh manusia, jiwa memiliki tiga fakultas.

a. Jiwa tumbuhan Jiwa ini dimiliki oleh semua makhluk hidup: tumbuhan, hewan, dan manusia. Jiwa ini terbagi dalam tiga daya: makan, timbuh, dan reproduksi.
b. Jiwa hewan Jiwa ini hanya dimiliki oleh hewan dan manusia. Ia terbagi dalam dua daya: penggerak dana sensasi ( ersepsi dan emosi)
c. Jiwa manusia Jiwa ini hanya dimiliki oleh manusia, jiwa yang menyebabkan manusia berpikir dan berbicara.
“Ketiga fakultas jiwa diatas bersama dengan daya-dayanya bekerja sama dan menyatu dalam diri manusia. Di inilah letak kelebihan manusia dari makhluk ciptaan Allah yang lainnya.”

5. Moral
Adapun tentang moral, Ikhwan al- Shafa’ bersifat rasionalistis. Untuk itu suatu tindakan harus berlangsung bebas merdeka. Dalam mencapai tingkat moral dimaksud seseorang harus melepaskan diri dari ketergantungan kepada materi. Harus memupuk rasa cinta untuk bisa sampai ekstase. Percaya tanpa usaha, mengetahui tanpa berbuat adalah si-sia. Keasabaran dan ketabahan dan kehalusan kasih sayang, keadilan rasa syukur, mengutamakan kebajikan, gemar berkorban untuk orang lain kesemuanya harus menjadi kaarakteristik pribadi

Analisis penulis
Pemikiran Al-Farabi yaitu Metafisiska (ketuhanan) Al-Farabi berkata bahwa Tuhan itu esa, Dialah sebab dari segala yang ada dan tidak ada sekutu baginya, Sifat-sifat Tuhan tidak jauh berbeda dari zat-Nya. Dari pernyataan ini penulis dapat menganalisa bahwa keesaan Tuhan terbukti dari segala yang ada, yang kita rasakan, yaitu dengan adanya Tuhan menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Mengenai filsafat emanasi Al-Farabi, menurut penulis Allah SWT merupakan wujud yang sempurna, adanya langit dan bumi beserta isinya adalah ciptaan-Nya. Tentang akal Al-Farabi berpendapat bahwasanya akal itu sama yaitu satu dan akal itu hanya bisa memikirkan apa-apa yang akan dilakukan dalam artian akal itu bisa memikirkan setelah melihat sesuatu dan bisa dipikirkan melalui akal itu sendiri.

Pernyataan ini menurut penulis benar adanya, karena dengan melihat, menyelidiki, sesuatu hal itu secara lansung atau tidak lansung dapat kita pikirkan baik dan buruknya, tetapi berbeda halnya dengan tampa melihat atau menyelidiki. Tentang politik dan kenegaraan ia berpendapat, ilmu politik itu adalah ilmu yang dipelajari untuk mengetahui, menyelidiki dan menarik sesuatu masalah dengan segala cara untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan filsafatnya kenegaraan ia mengatakan bahwa manusia itu adalah makhluk yang mempunyai kecenderungan untuk bermasyarakat dengan sesamanya, setiap warga mempunyai karakter yang berbeda-beda, seorang pemimpin harus mempunyai keunggulan dalam segala hal dan Negara itu diibaratkan tubuh manusia. Kedua argumen ini benar adanya, menurut penulis, kita ketahui pada saat sekarang ini mereka yang berpolitik melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya, tidak tahu itu saudara, teman sebaya dan lain sebagai.

Namun, untuk menciptakan suasana yang indah, tentram dan damai setidaknya ciptakanlah politik yang sehat. Setiap insan yang terlahir kedunia sudah pasti membutuhkan bantuan orang lain, setidaknya perbedaan karakter yang kita miliki jangan kita jadikan sebagai alat untuk bersaing dan sebagainya, tapi bagaimana kita menciptakan sebuah kesatuan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memegang amanah rakyat. Tentang kenabian ia mengatakan bahwa seorang nabi adalah manusia biasa yang diberi oleh Allah SWT ilham dan wahyu, tetapi seorang nabi bisa menyatakan lansung wujud dan maksudnya atau menyatakan keinginannya kepada Allah, beda halnya dengan manusia biasa, manusia meminta sesuatu ia berdo’a dan berusaha masalah tercapai atau tidaknya Allah yang mengetahuinya dan itulah keistimewaan yang dimilki oleh seorang Nabi/ Rasul Allah SWT dibandingkan manusia biasa pada umumnya. Tentang logika dan tata bahasa penulis berpendapat, bahwa tata bahasa itu memang sangat dibutuhkan dalam kehidupan karena denagan tata bahasa atau bertutur kata yang baik maka akan terciptalah yang namanya seni (logika).

Sedangkan mengenai dalam pemikiran Ikhwan Ash-Shafa ini berbeda dengan Al-Farabi, kelompok ini lebih menekankan pada beberapa pemikiran yaitu: filsafat alam, angka serta manusia dan jiwa. Dalam filsafat alam, Ikhwan Ash-Shafa mempunyai pemikiran yang berbeda dengan Al-Farabi memang mereka membahas tentang emanasi tetapi argument mereka sangat jauh berbeda dengan emanasi yang ada pada pemikiran Al-Farabi. Berbicara mengenai filsafat angka penulis menganalisa, segala sesuatu itu pasti ada hubungannya dengan angka. Allah SWT menciptakan organ tubuh secara berpasangan misalnya, mata ada dua, tangan ada dua, kaki ada dua, ada siang dan malam dan lain sebagainya. Sedangkan mengenai manusia dan jiwa, penulis berpendapat bahwa jiwa yang berada dalam tubuh seseorang yang semula tidak mengetahui apa-apa, supaya bisa berbuat sesuatu yang arahnya lebih baik manusia itu harus mendapat pendidikan serta pengajaran yang baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: