Roh

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Telah berkembang berbagai opini di tengah masyarakat tentang kemanakah roh itu pergi setelah berpisah dari jasadnya (mati). Untuk mengetahui itu semua, memerlukan informasi yang benar, akurat dan meyakinkan karena permasalahan itu adalah permasalahan ghaib yang mustahil untuk diketahui kecuali hanya jika diberitakan oleh satu-satunya pihak yang mengetahui rahasia alam ghaib yakni Allah Ta`ala. Adapun roh setelah berpisah dengan tubuh, bahwa roh itu berdidiri sendiri, naik dan turun, berhubungan dan berpisah, keluar, pergi, dan datang, bergerak dan diam. Dan banyak dalil-dalil alqur’an yang menyebutkan tentang hal ini.

Setelah roh berpisah dengan tubuh, keberadaan roh berbeda-beda tempat tinggalnya di alam barzakh. Di antaranya ada roh yang berada di Illiyyin, di Al-Mala Al-A’la, yakni rohnya para nabi. Tingkatan mereka juga berbeda-beda, sebagaimana yang disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW pada malam Al-Isra’. Keberadaan roh telah disepakati disemua agama samawi. Jutaan manusia meyakini dan mengimani eksistensi roh sejak mereka mengenal agama.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas penulis merumuskan masalah sebagai berikut
1. Bagaimana keadaan roh setelah berpisah dengan tubuh?
2. Dimana tempat kediaman roh-roh?
3. Apa pandangan ilmu pengetahuan modern tentang roh?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Roh sesudah berpisah dengan tubuh

“Roh setelah berpisah dengan tubuh, maka itulah kematian.roh tetap menangkap dan mendengar ucapan orang yang mengunjunginya. Roh juga mengetahui orang itu dan menjawab salam yang disampaikan kepadanya. roh merasakan kenikmatan surga na’im dan pedihnya neraka jahim.”

“Allah telah mensifati roh itu, yang dapat masuk dan keluar, ditahan, ditidurkan, dikembalikan, dinaikkan ke langit, pintu-pintunya di bukakan baginya dan ditutup kembali.” Allah berfirman tentang hal ini,
وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا الانعام : ٩٣ ﴾ ﴿ أَنْفُسَكُمُ

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat diwaktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. (QS. Al-An’am : 93)

Yang demikian itu difirmankan Allah ketika roh meninggalkan badan. Allah juga berfirman,
اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الأخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ﴿ الزمر : ٤٢ ﴾

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.” (QS. Az-Zumar: 42)

“Ibnu Taimiah berkata ; Terdapat beberapa hadits yang menjelaskan bahwa mayit mengetahui keadaan keluarga dan sahabat-sahabatnya di dunia. Semuanya itu ditampakkan kepadanya, dia melihat dan apa yang di kerjakan di sampingnya dia sangat bahagia apabila perbuatannya baik dan sangat berduka cita apabila perbuatanya jelek.“

“Diriwayatkan bahwa Aisyah, setelah memakamkannya Umar, Aisyah lalu menutup seluruh aurat badannya dan berkata: ,,Dahulu yang dikuburkan disini adalahh ayah dan suamiku, tetapi sekarang ditambah dengan Umar sedang ia adalah orang lain (bukan mahramnya, maka ia harus menutup auratnya).”

B. Kediaman-Kediaman Roh

“Roh-roh itu berbeda-beda tempat tinggalnya di alam barzakh. Di antaranya ada roh yang berada di Illiyyin, di Al-Mala Al-A’la, yakni ruhnya para nabi. Tingkatan mereka juga berbeda-beda, sebagaimana yang disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW pada malam Al-Isra’.” Adapun roh-roh selain para Nabi itu dapat dibedakan tempat keberadaannya sebagai berikut:

1. Roh-roh berada di badan burung berwarna hijau yang berlalu lalang dan pergi di surga menurut kehendaknya, yakni roh sebagian orang-orang yang mati syahid, tidak seluruhnya. Karena diantara yang mati syahid ada yang ruhnya terbelenggu dan tertahan untuk masuk surga, karena soal hutang atau yang lainnya, sebagaimana tercantum dalam riwayat Ahmad dalam Musnad-nya dari Muhammad bin Abdullah bin Jahsy, ia berkata:
اِنَّ رَجُلاً جَأَ اِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .فَقَالَ :يَارَسُوْلَ اللهِ مَالِيْ اِنْ قُتِلْتُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ ؟قَالَ : الْجَنَّةُ فَلَمَّاوَلَّى قَالَ : اِلَّا الدِّيْنَ سَارَّنِيْ بِهِ جِبْرِيْلُ اَنِفً
“Dahwasannya ada seorang berkata : ,,Ya Rasulullah, bagaimanakah nasibku jikalau saya terbunuh fisabilillah (perang untuk membela agama)?” Rasulullah SAW menjawab : ,,Tempatmu di surga”. Setelah orang itu pergi, lalu beliau menyambung sanadnya itu : ,,kecuali kalau ia memunyai hutang. Hal ini aku diberitahu tadi oleh Jibril secara rahasia”.

2. Roh yang tertahan di ambang pintu surga, sebagaimana dalam hadits:
رَاَيْتُ صَاحِبَكُمْ مَحْبُوْسًا عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ
“Aku melihat sahabatmu tertahan di pintu surga.”

3. Roh yang tertahan di kuburnya, seperti dalam hadits tentang pemilik selendang yang dia curi dari harta rampasan kaum muslimin, lalu ia mati syahid. Orang-orang berkata: “Sungguh senang ia masuk surga.” Nabi justru bersabda:
وَالَّذِيْ نَفْسِي بِيَدِهِ , اِنَّ الشَّمْلَةَ الَّتِيْ غَلَّهَا لِتَشْتَعِلَ عَلَيْهِ نَارًا فِيْ قَبْرِهِ
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya selendang yang dicurinya dari rampasan perang itu akan menyala sebagai api dalam kuburnya.”

4. Roh yang tertahan di pintu surga, seperti yang di sebutkan dalam hadits Ibnu Abbas, “
الشُّهَدَاءِ عَلَى بَارِقِ نَهْرٍ بِبَابِ الْجَنَّةِ فِيْ قُبَّةٍ خَضْرَاءٍ يَخْرُجُ عَلَيْهِمْ رِزْقُهَا مِنَ الْجَنَّةِ بُكْرَةً وَعَشِيًّا ,
“Para syuhada’ itu berdiam di tepi sungai di pintu surga, dalam tenda berwarna hijau, rezki mereka keluar dari surga setiap pagi dan petang hari.” (HR. Al Hakim dan Ahmad)

5. Roh yang tertahan di bumi, sehingga tidak bisa naik ke Al-Mala Al-A’la, karena ruh itu memang ruh rendahan, ruh tanah. Jiwa “tanah” tidak akan dapat bersentuhan dengan jiwa langit, sebagaimana di dunia, kedua ruh itupun tidak dapat bertemu. Jiwa yang tidak pernah senang berdzikir kepada-Nya, namun justru akrab dengan bumi yang rendah (hidup keduniaan), setelah terlepas dari jasadnya ia akan kembali ke bumi juga. Sebagaimana jiwa yang tinggi, yang selama di dunia selalu beribadah kepada Allah, selalu berdzikir, mendekatkan diri, tentram dan khusyu’ menghadap-Nya, maka pada saat berpisah dengan badan, ia akan bersatu dengan roh-roh tinggi yang sesuai dengannya.

6. Ada juga ruh yang berada di tungku api, yitu rohnya para pezina, lelaki dan perempuan.

7. Ada juga roh-roh dalam sungai darah berenang di sana dan dijejali bebatuan.

C. Pandangan ilmu pengetahuan modern tentang roh
Keberadaan roh telah disepakati disemua agama samawi. Jutaan manusia meyakini dan mengimani eksistensi roh sejak mereka mengenal agama. Demikian juga aliran materialis yang tersebar pada abad ketiga terakhir. Selang beberapa waktu, aliran ini mengingkari ketentuan itu dan menolak dengan sekuat tenaga. Aliran ini mengungumkan bahwa didalam kehidupan ini tidak ada alam kecuali alam yang terlihat dan tidak ada benda yang rill.

Oleh karenanya, roh tidak mempunyai tempat dan posisi di alam ini. Kebanyakan orang terpengaruh oleh alliran ini. Ia mempunyai tim informasi dan propagandis disetiap tempat sehingga aliran ini hampir saja melenyapkan setiap orang yang meyakini agama. Aliran ini menyelewengkan ajaran Tuhan yang dikenal dan diakui oleh beberapa orang dan menggulirkan ilmu-ilmu alam dalam perspektif itu. Hanya saja Allah mendatangkan ulama nntuk meluruskan persoalan itu dan menyajikan argumentasi ilmiah tentang eksistensi alam rohani dibalik alam yang terlihat ini agar tidak ada keragu-raguan.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Roh setelah berpisah dengan tubuh, maka itulah kematian.roh tetap menangkap dan mendengar ucapan orang yang mengunjunginya. Roh juga mengetahui orang itu dan menjawab salam yang disampaikan kepadanya. roh merasakan kenikmatan sorga na’im dan pedihnya neraka jahim.

2. Roh-roh itu berbeda-beda tempat tinggalnya di alam barzakh. Di antaranya ada roh yang berada di Illiyyin, di Al-Mala Al-A’la, yakni ruhnya para nabi. Tingkatan mereka juga berbeda-beda, sebagaimana yang disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW pada malam Al-Isra’.

3. Keberadaan roh telah disepakati disemua agama samawi. Jutaan manusia meyakini dan mengimani eksistensi roh sejak mereka mengenal agama. Demikian juga aliran materialis yang tersebar pada abad ketiga terakhir. Selang beberapa waktu, aliran ini mengingkari ketentuan itu dan menolak dengan sekuat tenaga. Aliran ini mengungumkan bahwa di dalam kehidupan ini tidak ada alam kecuali alam yang terlihat dan tidak ada benda yang rill. Namun Allah mendatangkan ulama nntuk meluruskan persoalan itu dan menyajikan argumentasi ilmiah tentang eksistensi alam rohani dibalik alam yang terlihat ini agar tidak ada keragu-raguan.

DAFTAR PUSTAKA
Departemen agama RI, Al-quran dan terjemah. Jakarta, Sygma.2007.
Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Roh, Jakarta, Pustaka Al Kautsar, 1999.
Sayid Sabiq, Akidah Islam, Surabaya : Al ikhlas, 1996.
Sayid Sabiq, Aqidah Islam, CV Diponegoro,1991,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: