Manajemen Peserta Didik

BAB I

A. Latar Belakang

Peserta didik adalah objek dari pembelajaran. Seseorang dianggap sebagai pendidik apabila ada peserta didik. Pada umumnya, peserta didik yang mumpuni adalah peserta didik yang mempunyai kecerdasan yang tinggi, mempunyai sikap yang baik, rajin. Tetapi sebagai seorang pendidik, ini adalah tugas kita untuk merubah seorang peserta didik yang awalnya adalah anak yang kurang tahu, yang awalnya adalah anak yang mempunyai sikap yang kurang baik, mejadi anak yang cerdas, menjadi anak yang mempunyai sikap yang baik, yang bisa diandalkan oleh bangsa.

Dalam makalah ini akan dijelaskan tentang manajemen peserta didik yang mana mencakup tentang pembelajaran, pembentukan karakter, pembentukan sifat. Tidak perlu sekolah yang berstandar internasional, asalkan sekolah tersebut mempunyai manajemen peserta didik yang baik, para peserta didik akan menjadi seoarang yang bisa diandalkan oleh negara.

B. Rumusan Masalah

Sesuai dengan batasan masalah yang sudah ditulis diatas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian Manajemen Peserta Didik?
2. Apa fungsi, tujuan dan prinsip- prinsip Manajemen Peserta Didik?
3. Apa saja ruang lingkup Manajemen Peserta Didik?
4. Apa saja layanan yang menunjang Manajemen Peserta Didik?

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Manajemen Peserta Didik

Berdasarkan asal kata, pengertian Manajemen Peserta didik merupakan penggabungan dari kata Manajemen dan Peserta Didik. Manajemen sendiri diartikan bermacam- macam. Secara etimologis, kata Manajemen berasal dari bahasa inggris management. Kata ini juga berasal dari bahasa latin, perancis dan italia yaitu manus, mano, manage/ menege dan maneggiare yang berarti melatih kuda agar dapat melangkah dan menari seperti yang dikehendaki pelatihnya.[1]

Andrew F. Sikula mengemukakan bahwa Manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas- aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasidan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.[2]
Sedangkan pengertian peserta didik sendiri menurut undang- undang RI No. 20 Tahun 2003 tenteng Sistem Pendidikan Nasional adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu.[3]

Knezevich (1961) mengartikan manajemen peserta didik atau pupil personnel administration sebagai suatu layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah.[4]
Dari pengertian- pengertian diatas, bisa dikatakan bahwa Peserta Didik adalah sosok manusia sebagai individu/ pribadi ( manusia seutuhnya ). Individu diartikan “ orang yang tidak tergantung dari orang lain, dalam arti benar- benar seorang pribadi yang menentukan diri sendiri dan tidak dipaksa dari luar, mempunyai sifat-sifat dan keinginan sendiri”.

2. Prinsip- Prinsip Manajemen Peserta Didik
Yang dimaksudkan dengan prinsip adalah sesuatu yang harus dipedomani dalam melaksanakan tugas. Jika sesuatu tersebut sudah tidak dipedomani lagi, maka akan tanggal sebagai suatu prinsip. Prinsip manajemen peserta didik mengandung arti bahwa dalam rangka memanage peserta didik, prinsip-prinsip yang disebutkan di bawah ini haruslah selalu dipegang dan dipedomani. Adapun prinsip-prinsip manajemen peserta didik tersebut adalah sebagai berikut:[5]

1. Manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah. Oleh karena itu, ia harus mempunyai tujuan yang sama dan atau mendukung terhadap tujuan manajemen secara keseluruhan. Ambisi sektoral manajemen peserta didikB tetap ditempatkan dalam kerangka manajemen sekolah. Ia tidak boleh ditempatkan di luar sistem manajemen sekolah.

2. Segala bentuk kegiatan manajemen peserta didik haruslah mengemban misi pendidikan dan dalam rangka mendidik para peserta didik. Segala bentuk kegiatan, baik itu ringan, berat, disukai atau tidak disukai oleh peserta didik, haruslah diarahkan untuk mendidik peserta didik dan bukan untuk yang lainnya.

3. Kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik haruslah diupayakan untuk mempersatukan peserta didik yang mempunyai aneka ragam latar belakang dan punya banyak perbedaan. Perbedaan-perbedaan yang ada pada peserta didik, tidak diarahkan bagi munculnya konflik di antara mereka melainkan justru mempersatukan dan saling memahami dan menghargai.

4. Kegiatan manajemen peserta didik haruslah dipandang sebagai upaya pengaturan terhadap pembimbingan peserta didik. Oleh karena membimbing, haruslah terdapat ketersediaan dari pihak yang dibimbing. Ialah peserta didik sendiri. Tidak mungkin pembimbingan demikian akan terlaksana dengan baik manakala terdapat keengganan dari peserta didik sendiri.

5. Kegiatan manajemen peserta didik haruslah mendorong dan memacu kemandirian peserta didik. Prinsip kemandirian demikian akan bermanfaat bagi peserta didik tidak hanya ketika di sekolah, melainkan juga ketika sudah terjun ke masyarakat. Ini mengandung arti bahwa ketergantungan peserta didik haruslah sedikit demi sedikit dihilangkan melalui kegiatan-kegiatan manajemen peserta didik.

6. Apa yang diberikan kepada peserta didik dan yang selalu diupayakan oleh kegiatan manajemen peserta didik haruslah fungsional bagi kehidupan peserta didik baik di sekolah lebih-lebih di masa depan.

Tujuan manajemen peserta didik adalh mengatur kegiatan- kegiatan peserta didik agar kegiatan- kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga- lembaga pendidikan ( sekolah ); lebih lanjut, proses pembelajaran di lembaga tersebut dapat berjalan dengan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan.[6]

Sedangkan fungsi Manajemen Peserta Didik adalah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri se-optimal mungkin, baik yang berkenaan dengan segi-segi individualitasnya , segi sosial, aspirasi, kebutuhan dari segi-segi potensi peserta didik lainnya.[7]

3. Ruang Lingkup Manajemen Peserta Didik
Ruang lingkup Manajemen Peserta Didik adalah mencakup semua dari awal peserta didik masuk hingga lulus. Diantara ruang lingkup tersebut adalah:[8]

1.Perencanaan Peserta Didik
Merencanakan jumlah peserta didik yang akan diterima. Agar supaya penentuan jumlah tersebut optimal dalam pembelajaran.1.2. Menyusun program kegiatan peserta didik yang didasari dengan:

a.Visi dan misi lembaga pendidikan yang bersangkutan
b.Minat dan bakat peserta didik
c.Sarana dan prasarana
d.Anggaran yang tersedia
e.Tenaga kependidikan yang tersedia.

2 Rekruitmen Peserta Didik
Rekruitmen peserta didik di sebuah lembaga pendidikan merupakan proses pencarian, menentukan, dan menarik pelamar yang mampu untuk menjadi peserta didik di lembaga yang bersangkutan. Sedangkan langkah-langkahnya sebagai berikut:1.2. pembentukan panitia penerimaan peserta didik baru.2.2. pembuatan dan pemasangan pengumuman penerimaan pesertadidik baru yang dilakukan secara terbuka

3.Seleksi Peserta Didik
Penyeleksian peserta didik merupakan kegiatan pemilihan pesertadidik untuk ditentukan diterima atau tidak. Pada dasarnya, penyeleksiandilakukan oleh lembaga pendidikan yang daya tampungnya melebihi dayatampung yang teresedia.

4.Orientasi Peserta Didik
Orientasi peserta didik (siswa baru) merupakan kegiatan penerimaan peserta didik baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan tempat peserta didik itu menempuh pendidikan. Situasi dankondisi ini menyangkut lingkungan fisik sekolah dan sosial sekolah.Tujuan diadakan kegiatan orientasi bagi peserta didik adalah:
1.4. agar peserta didik dapat mengerti dan mentaati segala peraturanyang berlaku di sekolah
2.4. agar peserta didik siap mengahadapi lingkungannya yang baru baik secara fisik, mental, dan emosional. Sehingga peserta didik merasa betah dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolahserta menyesuaikan dengan kehidupan sekolah.

5.Pengelompokkan Peserta Didik (pembagian kelas)
Sebelum peserta didik yang diterima dalam sebuah lembaga pendidikan (sekolah) mengikuti kegiatan pembelajaran, terlebih dahulu perlu ditempatkan dan dikelompokkan dalam kelompok bealajarnya.Pengelompokkan peserta didik yang dilaksanakan pada sekolah-sekolahdidasarakan kepada sistem kelas.
Menurut William A Jeager dalam pengelompokkan peserta didik dapatdidasarkan kepada:
1.5. fungsi integrasi, yaitu pengelompokkan berdasakan kesamaan-kesamaan peserta didik. Pengelompokkan ini berdasarkan jeniskelamin, umur, dan sebagainnya. Pengelompokkan berdasarkanfungsi ini menghasilkan pembelajaran yang bersifat klasikal.
2.5. fungsi perbedaan, yaitu pengelompokkan peserta didik didasarakan kepadaperbedaan-perbedaan yang ada dalaminduvidu peserta didik, seperti minat, bakat, kemampuan, dan sebagainnya. Pengelompokkan berdasarkan fungsi inimenghasilkan pemebelajaran yang bersifat induvidual.
6.Pembinaan dan Pengembangan Peserta Didik

Pembinaan dan pengembagan peserta didik dilakukan untuk membinadan membantu mengembagkan potensi yang dimilki peserta didik dalam beraneka ragam pembelajaran. Sehingga peserta didik mempunyai bekaluntuk kehidupan di masa yang akan datang. Dengan pengalaman- pengalaman yang diberikan oleh lembaga pendidikan (sekolah). Untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman beraneka pembelajaran.Biasanya pihak lembaga pendidikan (sekolah) melaksanakan bermacam-macam kegiatan seperti kegiatan kurikurel dan extra kerikurel.

7.Pencatatan dan Pelaporan
Pencatatan dan pelaporan peserta didik di sebuah lembaga pendidikan(sekolah) sangat diperlukan. Kegiatan pencatatan dan pelaporan ini dimulaisejak awal peserta didik diterima sampai lulusan atau peserta didik meninggalkan sekolah tesebut. Pencatatan tentang peserta didik di sebuahlembaga pendidikan (sekolah) agar pihak lembaga dapat membimbingsecara optimal. Sedangkan pelaporan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab lembaga pendidikan agar pihak-pihak yang terkait dapat mengetahui perkembangannya.

8.Kelulusan dan Alumni
Proses kelulusan adalah kegiatan paling terakhir dari manajemen peserta didik. Kelulusan adalah pernyataan dari lembaga pendidikan tentang telah diselesaikannya program pendidikan yang harus diikuti oleh peserta didik. Setelah peserta didik selesai engikuti seluruh program pendidikan disuatu lembaga pendidikan dan berhasil lulus, maka kepada peserta didik tersebut akan diberikan surat keterangan lulus atau sertifikat.

Ketika peserta didik sudah lulus, maka secara formal hubungan antara peserta didik dengan lembaga telah selesai. Namun demikian, diharapkan hubungan antara alumni dengan sekolah tetap terjalin.

4. Layanan yang Menunjang Manajemen Peserta Didik
Bebarapa layanan yang menunjang manajemen peserta didik adalah sebagai berikut:
a. Layanan Bimbingan dan Konseling
Pengertian bimbingan menurut PP. N. 29 Tahun 1990 Bab X pasal 27, yaitu bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan.

Berikut ini adalah fungsi BK di sekolah:
1. Fungsi penyaluran, yaitu membantu peserta didik dalam memilih jenis sekolah lanjutannya, memilih program, memilih lapangan pekerjaan sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan cita-citanya.
2. Fungsi pengadaptasian, yaitu membantu guru atau tenaga edukatif lainnya untuk menyesuaikan program pengajaran yang disesuaikan dengan minat, bakat, kemampuan, dan cita-cita peserta didik.
3. Fungsi penyesuaian, yaitu membantu peserta didik dalam menyesuaikan diri.

b. Layanan Perpustakaan
Perpustakaan sekolah merupakan perangkat kelengkapan pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Perpustakaan sekolah sering disebut juga jantungnya sekolah, karena yang menjadi denyut nadi proses pembelajaran di sekolah adalah perpustakaan. Fungsi perpustakaan sekolah sebagai pelengkap pendidikan yaitu:
1. Menyerap dan menghimpun informasi guna kegiatan belajar mengajar.
2. Menyediakan sumber-sumber rujukan yang tepat untuk kegiatan konsultasi bagi peserta dan pendidik.
3. Menyediakan bahan-bahan yang bermanfaat bagi kegiatan rekreatif yang berkaitan dengan bidang budaya dan dapat meningkatkan selera mengembangkan daya kretif.
4. Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik sehingga pendidikan peserta didik tertarik dan terbiasa dalam menggunakan fasilitas perpustakaan.

c. Layanan Kantin
Kantin/ warung makan sekolah diperlukan adanya ditiap sekolah, supaya makanan yang dibeli peserta didik terjamin kebersihannya dan cukup mengandung gizi. Para guru diharapkan mengontrol kantin sekolah dan berkonsultasi dengan pengelola kantin mengenai makanan yang bersih dan bergizi.

d. Layanan Kesehatan
Layanan kesehatan di sekolah biasanya dibentuk sebuah wadah yang bernama Usaha Kesehatan Sekolah ( UKS ). UKS ini adalah usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan oleh sekolah.
Sasaran utama UKS adalahuntuk meningkatkan atau membina kesehatan murid dan lingkungan hidupnya. Sedangkan program UKS adalah sebagai berikut:
1. Mencapai lingkungan hidup yang sehat
2. Pendidikan kesehatan
3. Pemeliharaan kesehatan di sekolah

e. Layanan Transportasi Sekolah
Sarana angkutan(transportasi) bagi para peserta didik merupakan salah satu penunjang untuk kelancaran proses belajar mengajar. Para peserta didik akan merasa aman dan dapat masuk/ pulang sekolah dengan waktu yang tepat.

f. Layanan Asrama

Bagi para peserta didik khususnya jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, terutama bagi mereka yang jauh dari keluarga diperlukan adanya asrama.

Manfaat asrama adalah sebagai berikut:

1. Tugas sekolah dapat dikerjakan dengan cepat dan sebaik-baiknya terutama jika tugas berbentuk kelompok.

2. Sikap dan tingkah laku peserta didik dapat diawasi oleh petugas asrama dan para pendidik.
3. Jika diantara peserta didik mempunyai kesulitan, dapat saling membantu.
4. Meringankan kecemasan orang tua terhadap putra putrinya.
5. Merupakan salah satu cara untuk mengendalikan tingkah laku remaja yang kurang baik.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari penjelasan diatas dapt diambil kesimpulan bahwa:

• Manajemen peserta didik adalah aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasidan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap lembaga pendidikan dengan tujuan untuk mengkoordinasikan peserta didik menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya.

• Prinsip-prinsip manajemen peserta didik adalah sesuatu yang harus dipedomani dalam melaksanakan proses belajar mengajar di suatu lembaga pendidikan.

• Ruang lingkup manajemen peserta didik meliputi : perencanaan peserta didik, rekruitmen peserta didik, seleksi peserta didik, orientasi peserta didik, pengelompokan peserta didik, pembinaan dan pengembangan peserta didik, pencatatan dan pelaporan, kelulusan dan alumni.

• Layanan yang menunjang manajemen peserta didik diantaranya adalah: layanan BK, layanan perpustakaan, layanan kantin, layanan kesehatan, layanan transportasi sekolah, layanan asrama.

B. SARAN
Demikian makalah ini kami sampaikan. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. Masih banyak kesalahan dan kekurangan didalamnya. Oleh karena itu, kami meminta evaluasi, saran dan kritik untuk kami dan kita semjua kedepan supaya dapat lebih baik. Semoga makalah ini memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

 

 DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional.2000.Panduan Manajemen Sekolah.Jakarta;Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah
Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI. 2009.Manajemen Pendidikan.Bandung;Alfabeta
William A.1949.Administration and The Pupil.New York;Hapers and Brother

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: