Proses Terjadinya Gunung

gunung

Di belahan bumi ini sangat banyak terdapat aneka bentuk struktur bumi. Salah satunya adalah gunung. Banyak sekali gunung yang terdapat di bumi ini, terutama daerah tropis. Tinggi gunung juga berfariasi, bahkan diameter gunung sendiri juga berfariasi. Ada gunung berapi, ada juga yang bukan. Letusan gunung sangat dahsyat, dimana mampu mengakibatkan gempa bumi yang sanagt hebat. Efek dari gempa itu sendiri juga mampu menghancurkan bangunan yang berada di permukaan bumi. Abu yang timbul akibat letusan itu juga mampu menutupi belahan bumi hingga radius beberapa kilometer. Lahar panas slalu mengiringi letusan gunung merapi, demikian juga awan panas yang suhunya mencapai 800 derajat celcius. Lalu, apa yang dimaksud gunung? bagaimana gunung terbentuk?

Gunung merupakan suatu daerah daratan yang mempunyai perbedaan tinggi yang menyolok dengan daerah sekitarnya. Menurut Encyclopedia Britannica mendefinisikan suatu dataran dikatan gunung apabila memiliki puncak lebih 2000 kaki atau 610 m.

Gunung terjadi karena adanya proses gaya tektonik yang bekerja dalam bumi yang disebut dengan orogenesis dan epeirogenesis. Proses pembentukan gunung berlangsung menurut skala tahun geologi yaitu berkisar antara 45 hingga 450 juta tahun yang lalu. Misalnya pegunungan Himalaya terbentuk mulai dari 45 juta tahun yang lalu, sedangkan pegunungan Appalache terbentuk mulai dari 450 jutan tahun yang lalu.

Dalam proses orogenesis ini sedimen yang terkumpul menjadi berubah bentuk karena mendapat gaya tekan dari tumbukan lempeng tektonik.

Ada tiga tipe tumbukan lempeng tektonik, yaitu:

1. antara lempeng busur kepulauan dan benua,
Tumbukan antara lempeng busur kepulauan dengan benua berakibat lempeng lautan menyusup ke lapisan asthenosfir dan batuan vulkanik dan sedimen menumpuk pada sisi benua sehingga terjadilah pegunungan Sierra Nevada di California pada zaman Mesozoic.

2. lautan dan benua
Tumbukan lempeng lautan dan benua menimbulkan deposit sedimen laut terhadap tepi lempeng benua.

3. antara benua dengan benua.
Sedangkan tumbukan lempeng benua dengan benua merupakan proses pembentukan sistem pegunungan Himalaya dan Ural

Sedangkan dalam proses epeirogenesis merupakan gerakan yang membentuk benua yang bekerja sepanjang jari-jari bumi. Proses ini juga disebut gerakan radial karena gerakan mengarah atau menjauhi titik pusat bumi dan terjadi pada daerah yang sangat luas sehingga prosesnya lebih lambat dibandingkan dengan proses orogenesis. Pembentukan dataran rendah (graben) dan dataran tinggi (horts) adalah salah satu contoh proses epeirogenesis.

Model terjadinya gunung mengalami tiga tingkatan proses, yaitu:

1. Akumulasi sedimen
Lapisan lapisan sedimen dan batuan vulkanik menumpuk sampai kedalaman beberapa kilometer.

2. Perubahan bentuk batuan dan pengangkatan kerak bumi
Sedimen yang terbentuk tadi mengalami deformasi karena adanya gaya kompresi akibat tumbukan antar lempeng-lempeng tektonik.

3. Pengangkatan kerak bumi akibat gerakan blok sesar
Tumbukan antar lempeng akan mengangkat sebagian kerak bumi sebagai lipatan lebih tinggi dari sekitarnya sehingga terbentuk gunung. Sedangkan jika terjadi gaya tegangan atau tarikan antar lempeng maka akan terbentuk graben (lembah)

Bagaimana proses terdainya pegunungan Himalaya?

Sebelum terbentuk pegunungan Himalaya , terjadi gerakan lempeng India ke arah lempeng Eurasia. Lempeng India merupakan komposisi batuan yang sangat tua 2-2,5 milyar tahun. Titik referensi yang berwarna kotak kuning masih berada dibawah . Setelah mengalami proses tumbukan yang lama antara dua lempeng tersebut maka sebagian dari tepi lempeng India terangkat dimana terlihat kotak kuning berubah posisi ke tempat yang lebih tinggi.Sehingga terbentuklah pegunungan Himalaya saat ini.

Kulit bumi yang sebelumnya dalam kondisi seimbang, mendapat gaya tektonik yang saling berlawanan arah (gaya regangan) akibat desakan panas ke atas, sehingga menimbulkan retakan (cracking). Proses tektonik ini berlangsung terus menerus dalam jangka waktu geologi yang cukup lama. Blok yang retak menjadi turun akibat gaya tarik gaya berat sehingga terbentuk gunung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: