Waspadai Penyebaran Virus Dari Kelelawar

kelelawar

Jika berbicara mengenai gelapnya malam, kita pasti ingat tentang binatang yang biasa aktif dimalam hari. Binatang itu adalah kelelawar. Binatang yang sebagian besar orang takut melihatnya ternyata juga memiliki kemampuan menyebarkan virus yang berbahaya bagi manusia. Virus tersebut adalah Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV).

MERS-CoV pertama kali dilaporkan pada 24 September 2012 oleh ahli virologi Mesir. Ia menemukan coronavirus yang sebelumnya belum diketahui dari paru-paru seorang pasien laki-laki berusia 60 tahun. Laki-laki ini mengidap pneumonia dan gagal ginjal akut.

Mers-COV menggunakan reseptor DPP4 masuk ke dalam sel. Sebuah penelitian yang di lakukan di wilayah Australia menemukan bahwa dengan menganalisis bermacam spesies kelelawar, ilmuwan menunjukkan bahwa gen ‘DPP4’ kelelawar beradaptasi secara signifikan seiring mereka berevolusi. Ini menunjukkan perkembangan jangka panjang antara kelelawar serta virus.

Jie Cui dari University of Sydney dan peneliti Duke-NUS Graduate Medical School serta CSIRO menganalisis urutan DPP4 dari tujuh gen kelelawar. Kemudian, mereka membandingkan temuan dengan spesies mamalia non-kelelawar. Menurut peneliti, MERS-CoV bisa berevolusi dalam populasi kelelawar sebelum membuat lompatan untuk menginfeksi manusia. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami rute transimisi dengan mengumpulkan lebih banyak kelelawar MERS-CoV.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: