Sintaksis bahasa Indonesia

Menurut Zaenal (2008:1) sintaksis adalah “cabang lingusitik yang membicarakan hubungan antar kata dalam tuturan (speech)”. Sedangkan menurut Ramlan (1995:1) sintaksis adalah “bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk wacana, kalimat, klausa dan frase.” Jadi secara sederhana dapat disimpulkan sintaksis adalah ilmu bahasa yang mempelajari tentang tata kalimat. Kalimat ialah kesatuan bahasa yang mengandung pengertian lengkap dan utuh.

Dari pengertian sintaksis menurut Zaenal di atas, dapat diklasifikasikan aspek-aspek sintaksis, diantaranya:

1. Kata, adalah satuan gramatikal yang diujarkan, bersifat berulang-ulang, dan secara potensial ujaran itu dapat berdiri sendiri.

Kata dapat dibedakan atas:
a. Satuan fonologi, dengan ciri-ciri mempunyai fonotaktik suatu kata, bukan bahasa vokalik, tidak ada gugus konsonan pada posisi akhir, batas kata tidak ditentukan oleh fonem suprasegmental
b. Satuan gramatikal, kata bebas bergerak, dapat dipindah-dipindah letaknya, tetapi identitasnya tetap
c. Satuan ortografi , kata ditentukan oleh sistem aksara yang berlaku dalam bahasa.

2. Frasa, adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif, frasa juga membicarakan hubungan antar sebuah kata dan kata yang lain.
Frasa terdiri atas:
a. Frasa ekosentris, terdiri atas frasa ekosentris direktif dan frasa ekosentris nondirektif
b. Frasa endosentris, terdiri atas frasa endosentris bersumbu satu (dibedakan atas frasa nominal, frasa pronominal, frasa verbal, frasa adjectival, dan frasa numeral), frasa endosentris bersumbu jamak (dibedakan atas frasa koordinatif, dan frasa apositif)

3. Klausa, adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, yang sekurang-kurangnya memiliki sebuah predikat, dan berpotensi menjadi kalimat. Dengan kata lain, klausa membicarakan hubungan sebuah gabungan kata dan gabungan kata yang lain.

Berdasarkan distribusi satuannya, kalusa dibedakan atas:
a. kluasa bebas
b. klausa terikat

Berdasarkan fungsinya, kalusa dibedakan atas:
a. klausa subjek
b. kalusa objek
c. klausa keterangan
d. klausa pemerlengkapan

4. Kalimat, adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, yang sekurang-kurangnya memiliki sebuah subjek dan predikat, mempunyai intonasi final (kalimat lisan), dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Dan dapat dikatakan bahwa kalimat membicarakan hubungan antar sebuah klausa dan klausa yang lain.

Beberapa hal yang dipelajari dalam bahasan ini antara lain :
1. Bagian-bagian kalimat
a. Subjek ialah gagasan yang mula-mula ada dalam sebuah kalimat. Contoh : ibu membaca surat yasin dikamar.
Kata ibu diatas merupakan contoh subjek.

Ciri-ciri subjek :
1. Menjawab pertanyaan : apa ? misal : Tangannya patah.
2. Menjawab pertanyaan : siapa ? misal : Tuhan menciptakan alam
semesta.
3. Berlingkungan sempit. Misal : Harimau binatang.
4. Berkata penunjuk : ini atau itu. Misal : Baju ini mahal.
5. Yang terletak dimuka. Misal : A ialah B.
6. Berpartikel pun. Misal : Anak-anak pun berkejar-kejaran.
7. Berkata sandang : yang. Misal : Yang besar tak mau mengalah.
8. Berkata sandang : nya. Misal : Limanya menyebabkan tidak
naik.

b. Predikat ialah : gagasan yang timbul setelah subyek dan
memberikan penjelasan tentang subyek . Predikat dinamakan juga
sebutan.

Ciri-ciri Predikat :
1. Menjawab pertanyaan : bagaimana, mengapa, dalam keadaan
apa atau mengerjakan apa ? misal : ia sehat.
2. Berlingkungan luas. Misal : Harimau binatang.
3. Yang terletak dibelakang. Misal : A ialah B
4. Berpartikel : lah. Misal : pergilah ia meninggalkan daku.

c. Objek ialah bagian kalimat yang merupakan pelengkap.

d. Keterangan ialah bagian kalimat yang menerangkan sesuatu
keterangan.

Menurut isi dan unsurnya kalimat dapat dibedakan menjadi :
1. Kalimat berita ialah : kalimat yang bermaksud memberitahukan sesuatu. Misal : Tulisannya bagus sekali
Bajunya kotor sekali
Ayahnya sedang sakit
Dia tidak sekolah

2. Kalimat tanya ialah : kalimat yang bermaksud menanyakan sesuatu.
Contohnya : Siapa namamu?
Apa pekerjaanmu?
Berapa umurmu?
Mana bukunya?
Dimana rumahnya?
Kapan kamu datang?

3. Kalimat perintah ialah : kalimat yang bermaksud menyuruh melakukan
sesuatu. Contohnya : Bersihkan rumahnya !
Pergilah ke sekolah !
Makanlah nasi itu !
Berhenti menangis !
Buanglah sampahnya !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: