Strategi Belajar Aktif Tipe Card Sort

Strategi belajar aktif dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan semua potensi yang dimiliki oleh siswa, sehingga semua siswa dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan sesuai dengan karakteristik pribadi yang mereka miliki. Selain agar tetap tertuju pada proses pembelajaran. Silberman (2006) mengemukakan bahwa:

Yang dapat membuahkan hasil belajar yang berkelanjutan hanyalah kegiatan belajar aktif. Agar belajar menjadi aktif, siswa harus mengerjakan banyak tugas. Mereka harus menggunakan otak untuk mengkaji gagasan, memecahkan masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari. Belajar aktif menyenangkan dan bersemangat.

Menurut Silberman (2006) mengemukakan paham belajar aktif:
Yang saya dengar, saya lupa.
Yang saya dengar dan lihat, saya sedikit ingat.
Yang saya dengar, lihat, dan pertanyakan atau diskusikan dengan orang lain, saya mulai pahami.
Dari yang saya dengar, lihat, bahas, dan terapkan, saya dapat pengetahuan dan keterampilan.
Yang saya ajarkan kepada orang lain, saya kuasai.

Menurut Priyono (2006) ada beberapa alasan sehingga belajar aktif perlu diterapkan, yaitu:
1. Karateristik siswa, rasa ingin tahu merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap kritis. Imajinasi merupakan modal berpikir dan kreatif.
2. Hakikat belajar, belajar ialah proses menemukan dan membangun makna oleh si pembelajar terhadap informasi dan pengalaman yang disaring melalui persepsi, pikiran dan pembelajaran si pembelajar. Karateristik lulusan yang dikehendaki, agar mampu bertahan dan berhasil dalam hidup, lulusan yang diinginkan ialah generasi yang peka, mandiri dan bertanggung jawab.

Sanaky (2006), strategi belajar memilah dan memilih kartu (Card sort) adalah strategi dan metode belajar dengan cara memilah dan memilih kartu (card sort) dengan tujuan dari strategi ini adalah untuk mengungkapkan daya ingat (recoll) terhadap materi pelajaran yang telah dipelajari siswa. Kemudian Hartono menyatakan kartu sortir (Card Sort) adalah suatu kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek, atau mengulangi informasi.

Menurut Silberman (2002) strategi belajar aktif tipe card sort adalah ”kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek, atau mengulangi informasi. Gerakan fisik yang diutamakan dapat membantu untuk memberi energi kepada kelas yang telah letih”.

Prosedur pelaksanaan strategi belajar aktif tipe card sort adalah:
1. Berilah masing-masing peserta didik kartu indeks yang berisi informasi atau contoh yang cocok dengan satu atau lebih kategori. Berikut contohnya:
• Tipe pohon yang berganti daun dengan pohon yang daunnya selalu hijau.
• Karakter yang beraneka ragam dalam drama Shakespeare.
• Kekuasaan badan eksekutif, legislatif, dan bagian pengadilan pemerintah.
• Gejala dari penyakit yang berbeda-beda.
• Informasi yang cocok dengan bagian-bagian yang bervariasi tentang suatu tugas resume.
• Karakteristik dari logam yang berbeda-beda.
• Kata benda, kata kerja, kata keterangan, dan kata depan.
• Buku-buku karangan Dickers, Faulkner, Hemingway, dan Updike.

2. Mintalah peserta didik untuk berusaha mencari temannya di ruang kelas dan menemukan orang yang memiliki kartu dengan kategori yang sama (anda bisa mengumumkan kategori tersebut sebelumnya atau peserta didik yang mencarinya).

3. Biarkan peserta didik dengan kartu kategorinya sama menyajikan sendiri kepada yang lain.

4. Selagi masing-masing kategori dipresentasikan, buatlah beberapa poin mengajar yang dianggap penting.

Variasi:
1. Mintalah masing-masing kelompok untuk membuat presentasi mengajar tentang kategori tersebut.
2. Pada awal kegiatan, bentuklah tim. Berilah masing-masing tim satu set kartu yang lengkap. Pastikan kartu tersebut dikocak, sehingga kategori yang mereka sortir tidak jelas. Mintalah masing-masing tim untuk menyortir kartu ke dalam kategori. Masing-masing tim bisa memperoleh nilai untuk nomor kartu yang disortir dengan benar.

Jadi, strategi belajar aktif tipe card sort adalah suatu strategi pembelajaran dengan memberikan masing-masing peserta didik dengan kartu indeks yang berisi informasi tentang materi pelajaran, kemudian meminta kepada siswa untuk mencari temannya yang mempunyai kartu dengan kategori yang sama, atau menyebutkan jenis kategori kemudian membiarkan siswa yang mempunyai kategori informasi yang sama untuk berkumpul dan membentuk kelompok. Selanjutnya membiarkan siswa untuk berdiskusi sebelum mempresentasikan informasi di kelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: