Hakikat Belajar Mengajar

Belajar tidak selamanya memerlukan kehadiran seorang guru. Cukup banyak aktivitas yang dilakukan oleh seseorang di luar dari keterlibatan seorang guru. Mengajar pasti merupakan kegiatan yang mutlak memerlukan keterlibatan individu anak didik. Bila tidak ada anak didik atau objek didik, siapa yang diajar. Hal ini perlu sekali guru sadari agar tidak terjadi kesalahan tafsir terhadap kegiatan pengajaran. Karena itu, belajar dan mengajar merupakan istilah yang sudah baku dan menyatu dalam konsep pengajaran. Sudjana (2002) mengemukakan bahwa :

Belajar bukanlah menghafal dan bukan pula mengingat. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil proses belajar mengajar dapat ditunjukan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuannya, pemahamannya, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan dan kemampuannya, daya penerimanya dan lain-lain yang ada pada individu.

Pengertian mengajar menurut Howard yang dikutip oleh Slameto (2003), memberikan definisi mengajar yang lebih lengkap. Pendapat Howard “Mengajar adalah suatu aktivitas untuk mecoba menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan, mengubah atau mengembangkan skill, attitude, ideals (cita-cita), apprections (penghargaan) dan knowledge”. Dalam pengertian ini guru harus berusaha membawa perubahan tingkah laku yang baik atau kecenderungan langsung untuk mengubah tingkah laku siswanya.

Belajar dan mengajar adalah dua proses yang berhubungan erat dalam dunia pendidikan. Belajar ditujukan kepada apa yang harus dilakukan siswa sebagai penerima pelajaran, sedangkan mengajar ditujukan kepada apa yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar siswa dituntut berperan aktif dan bukan pasif, karena proses belajar yang dialami oleh siswalah yang menentukan berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, belajar mengajar merupakan proses interaksi antara guru dan siswa. Dalam proses belajar, guru memberikan bimbingan dan menyediakan berbagai kemungkinan yang dapat mendorong siswa untuk belajar, dapat memperoleh pengalaman belajar sesuai sejumlah komponen yang dapat membentuk pribadi. Dalam interaksi belajar mengajar harus menunjukkan adanya hubungan yang sifatnya mendidik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: