Proses Belajar

Mengajar pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan berlangsungnya proses belajar.

Belajar merupakan proses internal yang kompleks. Yang melibatkan seluruh mental yang meliputi ranah-ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Proses belajar yang mengaktualisasikan ranah-ranah tersebut tertuju pada kegiatan belajar tertentu. Proses belajar tersebut dapat diamati dan akan tampak lewat peilaku siswa dalam mempelajari bahan ajar (Dimyati dan Mudjiono,1994:16).

Proses pembelajaran ia alami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku dimanapun dan kapanpun. Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajardengan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu yang objektif, yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (apek afektif) serta ketrampilan (aspek psikomotorik) seorang peserta didik. Menurut Nasution (1992) “Proses belajar adalah suatu aktivitas psikis/mental yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap”

Perubahan itu relatif konstan dan terbatas, perumusan ini berlaku bagi segala macam kegiatan belajar dan tidak terbatas pada salah satu bentuk belajar tertentu, misalnya belajar keterampilan motorik. Setiap kegiatan belajar akan menghasilkan suatu perubahan pada siswa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: