Metode Belajar Student Recap

Student recap berasal dari bahasa Inggris yang terdiri dari dua kata yaitu student dan recap. Dimana student berarti pelajar atau siswa dan recap berarti ikhtisar. Sedangkan menurut kamus bahasa Indonesia, ikhtisar berarti hal-hal yang penting atau rangkuman. Sehingga, student recap berarti suatu rangkuman yang dibuat oleh siswa atau pelajar mengenai hal-hal yang penting setelah mereka mengikuti proses belajar di kelas.

Silberman (2006) mengatakan bahwa;
Metode belajar aktif tipe Student Recap merupakan salah satu cara praktis untuk meninjau ulang materi-materi pelajaran yang telah diajarkan di dalam kelas. Strategi ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meringkas apa yang telah mereka pelajari dan menyampaikan ringkasannya kepada orang lain.

Dengan demikian, siswa diberi kebebasan untuk membuat rangkuman pelajaran dengan caranya sendiri sesuai dengan pemahaman mereka masing-masing. Siswa tidak terpaku oleh catatan yang biasa diberikan oleh guru yang terkadang penjelasannya justru membingungkan siswa. Ini adalah cara yang baik untuk mendorong peserta didik mengulang pelajaran di sekolah yang telah mereka pelajari dengan caranya sendiri. Hal ini penting karena biasanya siswa cenderung untuk tidak membuka buku catatannya kembali setelah jam pelajaran usai. Sehingga siswa hanya memiliki sedikit kesempatan untuk mengulang materi pelajaran di luar jam sekolah.

Menurut Silberman (2006), menyatakan bahwa:
Metode ini memungkinkan siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran di kelas. Belajar tidak hanya didominasi oleh guru saja, tetapi siswa juga memiliki kesempatan untuk memahami suatu materi pelajaran melalui caranya sendiri yaitu dengan membuat rangkuman atas materi yang telah diterima atau dipahaminya. Siswa juga dilatih untuk berani mengungkapkan pertanyaan maupun pendapatnya kepada orang lain tanpa rasa takut dan terbebani.

Menyampaikan hasil ringkasanya dalam kegiatan diskusi memungkinkan siswa untuk belajar berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengungkapkan, bertanya maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Sehingga siswa diajak untuk berfikir kritis dan mandiri dalam menyelesaikan masalah.

Masih menurut Silberman (2006), ada beberapa prosedur yang harus dijalankan dalam menggunakan metode student recap.
Adapun prosedur yang dapat dilakukan dalam penerapan metode belajar aktif tipe student recap adalah :

1. Jelaskan kepada siswa bahwa bila anda sendiri yang membuatkan ikhtisar pelajaran, itu berarti bertentangan dengan prinsip belajar aktif
2. Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok beranggotakan dua hingga empat orang.
3. Perintahkan setiap kelompok untuk membuat ikhtisar mereka sendiri tentang mata pelajaran yang mereka tempuh. Doronglah mereka untuk membuat uraian singkat, peta pemikiran, atau instrumen lain yang akan memungkinkan mereka menyampaikan ikhtisar kepada siswa lain.

Kata perintah dalam prosedur yang diungkapkan Silberman ditujukan untuk pengajar atau guru. Hal ini karena gurulah yang memegang peranan penting dalam penggunaan metode belajar yang dilaksanakan di kelas. Ada beberapa cara untuk memandu siswa dalam membuat rangkuman. Menurut Silberman (2006)

Gunakan salah satu dari pertanyaan berikut untuk memandu pekerjaan mereka:
1. Apa topik utama yang telah kita bahas?
2. Apa sajakah poin-poin utama yang dikemukakan dalam pelajaran hari ini?
3. Apa pengalaman yang kalian dapatkan hari ini? Manfaat apa yang kalian dapatkan darinya?
4. Gagasan atau saran apakah yang kalian dapatkan dari pelajaran hari ini?

Kelebihan dalam penggunaan metode belajar tipe student recap adalah sebagai berikut:
1. Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam mengulang materi pelajaran yang diberikan guru
2. Siswa terbiasa untuk mencatat hal-hal yang penting tanpa harus diperintahkan oleh guru.
3. Untuk membuat rangkuman itu, Siswa akan menyimak semua penjelasan dari guru
4. Siswa diberi kebebasan untuk mencatat materi pelajaran dengan caranya sendiri atas bimbingan guru
5. Siswa dapat belajar bekerja sama dalam kelompok
6. Siswa yang kurang pandai dapat bertanya kepada siswa yang pintar dalam kelompoknya secara leluasa
7. Kegiatan diskusi dapat mendidik siswa berperan aktif, berfikir kritis dan mandiri dalam belajar mengajar di kelas
8. Siswa memiliki banyak kesempatan untuk bertanya maupun menjawab setiap pertanyaan yang muncul
9. Guru dapat mengetahui batas kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran

Meskipun memiliki banyak kelebihan, namun ada beberapa kekurangan dalam penggunaan metode ini, diantara kekurangannya adalah, sulit menyatukan kelompok yang terdiri dari beberapa siswa yang berbeda sifat dan kemampuannya, diskusi bisa saja didominasi oleh beberapa orang saja, dan kegiatan ini memakan waktu yang cukup lama.

Menyikapi kekurangan tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah penting untuk mengisi kekurangan tersebut. Yang pertama kelompok harus dibentuk oleh siswa sendiri untuk memilih siswa mana yang cocok dalam kelompok mereka. Kemudian masing-masing kelompok harus memiliki seorang siswa yang memiliki kemampuan diatas siswa yang lain. Pemilihan siswa ini berdasarkan peringkat kelas yang mereka dapat. Untuk menghemat waktu, masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang siswa, jumlah ini lebih sedikit jika jumlah anggota tiap kelompok kurang dari 4 siswa. Dengan jumlah kelompok yang sedikit, masing-masing kelompok memiliki waktu yang lebih lama dalam mempresentasikan rangkuman mereka sehingga pemahaman mereka lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: