Metode belajar aktif firing line ( Metode garis tembak)

Metode belajar aktif firing line ( Metode garis tembak)

Menurut Silberman (2002) Metode firing line adalah metode aktif  format gerakan cepat yang dapat digunakan untuk tujuan untuk mengetes kemampuan siswa dalam pemahaman materi. Peserta didik mendapat kesempatan untuk merespon secara cepat. Metode ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar tanggapan (feedback) siswa terhadap materi yang telah diajarkan oleh guru pada saat pemberian materi.

 Selain itu metode Firing line didefinisikan Dalam setyono (2005) Firing Line adalah format gerakan cepat yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti testing dan bermain peran. Metode ini menonjolkan secara terus-menerus pasangan yang berputar. Peserta didik mendapat kesempatan untuk merespon secara cepat pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan atau tipe tantangan yang lain. Metode firing line sangat cocok digunakan karena siswa dapat menghargai orang lain  dan siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya menurut Setyono (2005) menyatakan bahwa metode Firing Line  dinilai sesuai taksonomi Bloom, karena memenuhi kriteria sebagai berikut;

 Tabel 1. Kriteria kognitif taksonomi Bloom

Kategori Jenis Perilaku

Kemampuan Internal

Kata-kata Kerja Operasional

keterangan

Pengetahuan

Mengetahui Menyebutkan, Memberikan definisi Siswa mampu mengenali dan mengingat kembali pengetahuan yang telah diterima

Pemahaman

Menentukan, Memahami, Menginterpretasikan Menjelaskan, Menguraikan Siswa dapat menentukan sifat atau perbedaan yang berlaku dari konsep yang diberikan

Aplikasi

Memecahkan masalah Menghubungkan, menerapkan Siswa dapat menyelesaikan masalah atau soal yang diberikan.

 Metode ini merupakan metode yang merujuk pada pembelajaran kelompok. Dengan pembelajaran kelompok siswa akan berinteraksi aktif dengan teman lainnya sehingga pendapat dan pengetahuan mereka juga akan bertambah. Selain itu metode ini merupakan pembelajaran kelompok karena siswa di bagi atas beberapa kelompok untuk melakukan kegiatan dengan metode ini sesuai dengan prosedur pelaksanaan metode firing line.

 Adapun prosedur pelaksanaan metode firing line dalam silberman (2002)  adalah sebagai berikut :

  1. Guru menyediakan waktu untuk melaksanakan metode ini, waktu yang dipakai adalah setelah guru memberikan materi, ini dilakukan untuk memperoleh umpan balik dari siswa
  2. Kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok, dan setiap kelompok dibagi menjadi dua bagian. Bagian garis X dan bagian garis Y yang diatur berhadapan antara anggota bagian garis X dan anggota garis Y.

             X         X         X         X                     X         X         X         X

              Y         Y         Y         Y                     Y         Y         Y         Y

  1. Guru mendistribusikan atau memberikan sebuah kertas yang berisi sebuah soal kepada anggota garis X, soal tersebut berkaitan dengan materi yang telah diajarkan sebelumnya. Setiap anggota pada garis X mendapat soal yang berbeda.
  2. Metode ini dilakukan dengan beberapa tahap. Pada awal pelaksanaan anggota bagian garis X dan anggota garis Y yang berada dihadapannya sama-sama mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Dan selanjutnya  setelah periode waktu yang singkat, semua anggota garis Y berpindah satu kursi kekiri atau kanan dalam kelompok, namun anggota garis X tidak berpindah
  3. Anggota garis X terus memberikan soal yang sama kepada anggota garis Y lain yang berada tepat dihadapannya. seterusnya hingga semua anggota Y menjawab soal yang ada.

Metode ini dapat dilakukan dengan variasi. peneliti harus menggunakan variasi untuk menghindari ketidak seimbangan pemahaman materi oleh siswa Adapun variasinya menurut Silberman (2002) adalah :

  1. Ubah peran X menjadi peran Y dengan demikian setelah posisi Y bergerak dan kembali pada posisi semula, maka pada tahap berikutnya anggota garis X menyerahkan kertas soal kepada anggota garis Y yang dihadapannya dan selanjutnya anggota garis X yang bergerak untuk menjawab soal.
  2. Kemudian garis X dan Y kembali menjadi satu kelompok, disaat itulah mereka saling berdiskusi dan anggota yang lebih mengerti dapat mengajari anggota lain yang kurang mengerti. Pada tahap ini terjadi diskusi dan siswa dapat bertanya pada guru jika ada yang kurang dipahami dan guru akan membahas dan memberikan jawaban yang benar.

      Terlihat dari prosedur pelaksanaannya metode firing line ini merupakan pembelajaran kelompok yang menekankan siswa untuk bergerak dan merespon cepat terhadap soal yang diberikan. Metode ini merupakan pengajaran yang terpimpin karena guru yang memimpin pelaksanaan dan yang mengatur batas waktu dalam pengerjaan soal. Menurut Kemp (1994) Banyak siswa dapat belajar mandiri, sementara siswa lainnya lebih senang belajar dalam situasi yang beraturan dan terpimpin.

            Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa, kelebihan dari metode firing line ini adalah Metode ini dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran karena siswa bergerak untuk menyelesaikan suatu soal. Metode ini akan lebih meningkatkan pemahaman siswa karena siswa dituntut untuk menyelesaikan soal-soal yang berbeda.  Metode ini dapat meningkatkan kerjasama dan rasa menghargai ketika mereka berdiskusi atas jawaban dari teman kelompoknya. Selain kelebihan metode ini juga mempunyai kelemahan yakni jika siswa yang kurang bergairah dalam belajar, maka ia tidak akan dapat mengikuti prosedur metode ini dengan baik, karena metode ini menuntut siswa untuk bergerak dan merespon pertanyaan yang diajukan. Metode ini menuntut guru bisa membagi waktu dengan baik karena dalam menyajikan materi dan pelaksaan dibutuhkan pengaturan waktu yang baik.

6 responses

  1. ada gk buku tentang firing line ini?

    1. ada dalam buku 101 strategi belajar aktif

    2. Silahkan baka buku dengan judul 101 strategi belajar aktif, disana terdapat banyak sekali teori belajar aktif

  2. buku tentang penjelasan strategi firing line apa nama buku nya ?

    1. 1001 cara belajar aktif

      1. karangan siapa pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: