Makna Belajar

Belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku seseorang yang meliputi perubahan keterampilan, sikap, pengetahuan, dan kemampuan daya reaksi. Hal ini sesuai dengan pendapat Sudjana (1989) yang menyatakan bahwa:

Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya suatu perubahan dalam diri seseorang. Perubahan sebagai hasil belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, sikap, tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kemampuan daya reaksi, daya penerimaan, dan aspek yang ada pada individu.

Selanjutnya menurut Sardirman (2005), “Belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya”. Dalam hal ini yang dimaksud belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga terbentuknya kecakapan, keterampilan, sikap pengertian, harga diri, minat, watak dan penyesuaian diri. Hal ini senada dengan pendapat Gredler (1991) bahwa, ”Belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan dan sikap”

Untuk melengkapi pengertian mengenai makna belajar, perlu kiranya dikemukakan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Sardiman (2007: 24), ada beberapa prinsip yang penting untuk diketahui, antara lain:
a. Belajar pada hakikatnya menyagkut potensi manusiawi dan kelakuannya.
b. Belajar memerlukan proses dan penahapan serta kematangan diri pada siswa.
c. Belajar akan lebih mantap dan efektif, bila didorong dengan motivasi.
d. Dalam banyak hal, belajar merupakan proses percobaan (dengan kemungkinan berbuat keliru) dan conditioning atau pembiasan.
e. Kemampuan belajra seorang siswa harus diperhitungkan dalam rangka menentukan isi pelajaran.
f. Belajar dapat dilakukan tiga cara yaitu:
1. Diajar secara langsung.
2. Kontrol, kontak, penghayatan, pengalaman langsung ( seperti anak belajar bicara, sopan santun, dan lain-lain).
3. Pengenalan dan/peniruan.
g. Belajar melalui praktek atau mengalami secara langsung akan lebih efektif mampu membina sikap, keterampilan, cara berfikir kritis dan lain-lain bila dibandingkan dengan hafalan saja.
h. Perkembangan pengalaman anak didik akan banyak mempengaruhi belajar yang bersangkutan.
i. Bahan pelajaran yang bermakna/berarti, lebih mudah dan menarik untuk dipelajari dari pada bahan yang kurang bermakna.
j. Informasi tentang kelakuan baik, pengetahuan, kesalahan serta keberhasilan siswa banyak mempengaruhi kelancaran dan kegirahan siswa.
k. Pelajar sedapat mungkin diubah kedalam bentuk aneka ragam tugas, sehingga anak-anak melakukan dialog dalam dirinya atau mengalaminya sendiri.

Berdasarkan pernyataan di atas jelaslah bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: