Filsafat konstruktivis

Filsafat konstruktivis adalah filsafat yang mempelajari hakekat pengetahuan dan bagaimana pengetahuan itu terjadi. Menurut filsafat konstruktivis, pengetahuan adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri yang sedang menekuninya (Von Glaserfeld dalam Bettencourt, 1989, Mattews, 1994; Piaget, 1971). Bila yang sedang menekuni adalah siswa, maka pengetahuan itu adalah bentukan siswa sendiri. Maka pengetahuan bukanlah sesuatu yang sudah jadi, yang ada diluar kita, tetapi sesautu yang harus kita bentuk sendiri dalam pikiran kita. Jadi, pengetahuan itu selalu merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif melalui kegiatan berpikir seseorang (Bettencourt. 1989). Pengetahuan bukanlah sesuatu yang lepas dari subyek, tetapi merupakan ciptaan manusia yang dikonstriksikan dari pengalaman ataupun dunia sejauh yang dialaminya. Proses pembentukan ini berjalan terus menerus dengan setuap kali mengadakan reorganisasi karena adanya suatu pemahaman yang baru (Piaget, 1971).

Orang membentuk pengetahuannya pertama-tama melalui indera. Dengan melihat, menjamah, mendengar, membau dan merasakan, orang membentuk pengetahuan tentanga suatu hal. Untuk dapat mengetahui sesuatu, siswa haruslah aktif sendiri mengkonstruksi. Dengan kata lain, dalam belajar siswa harus aktif mengolah bahan, menerna, memikirkan, menganalisis, dan akhirnya yang paling penting merangkumkannya sebagai suatu pengertian yang utuh. Tanpa keaktifan siswa dalam membangun pengetahuan mereka sendiri, mereka tidak akan mengerti apa-apa. Itulah sebabnya dalam suatu kelas setiap siswa dapat menangkap dan mengerti lain tentang suatu bahan yang sama yang diajarkan guru.

Oleh karena pengetahuan itu merupakan konstruksi seseorang yang sedang mengolahnya, maka jelas bahwa pengetahuan itu bukan sesuatu yang sudah jadi dan tidak tidak terubahkan. Pengetahuan merupakan suatu proses menjadi tahu, suatu proses yang akan terus berkambang semakin luas, lengkap, dan sempurna. Pembentukan pengetahauan jelas bukan sekali jadi, tetapi bertahap.

Pengetahuan bukanlah suatu barang yang dapat dipindahkanbegitu saja dari guru ke siswa . pengetahuan yang sudah dipunyai guru fisika tidak dapat begitu saja dipindahkan atau dituangkan dalam otak siswa. Pengetahuan hanya dapat ditawarkan kepada siswa untuk dikonstruksi sendiri seara aktif oleh siswa itu sendiri. Banyaknya siswa yang salah menagkap dan mengerti apa yang diajarkan oleh gurunya menunukan bahwa pengetahuan itu harus dikonstruksikan sendiri atau paling seikit diinterpretasikan sendiri oleh siswa dan tidak begitu saja dapat dipindahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: